Menkes Mengaku Tidak Tahu Tingkat Efikasi Vaksin Nusantara

Jum'at, 26 Maret 2021 - 18:31 WIB
loading...
Menkes Mengaku Tidak...
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini belum mengetahui tingkat efikasi Vaksin Nusantara. Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Menteri Kesehatan ( Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini belum mengetahui tingkat efikasi Vaksin Nusantara . Vaksin ini merupakan pengembangan dari mantan Menkes, Terawan Agus Putranto dengan metode dendritik dengan mengambil sel manusia.

“Jadi yang pertama Vaksin Nusantara. Jadi vaksin ini, kita enggak tahu sampai kapan dia bisa kasih efikasi. Nah kalau kayak polio itu seumur hidup, nah meningitis naik haji 2 tahun, ini (Vaksin Nusantara) ada bilang 3-6 bulan, eh nggak bisa gitu, saya bilang. Belum ada buktinya ilmiahnya,” ujar Budi dalam Manager Forum ke-55 secara virtual, Jumat (26/3/2021). Baca juga: Ini Sikap DPR Terkait Pemberhentian Vaksin Nusantara

Bahkan, kata Budi, final report efikasi dari beberapa vaksin di dunia seperti Pfizer juga Moderna saja belum keluar. Sehingga, Vaksin Nusantara juga harus ada bukti ilmiahnya terlebih dahulu baru bisa mengeluarkan hasil efikasinya.

“Karena sampai itu termasuk Pfizer, Moderna, itu final report clinical trial belum keluar. Begitu keluar baru kita bisa jawab secara ilmiah saintifik berapa lama. Tapi sampai sekarang enggak ada."

"Nah, saya konservatif aja kan bilang 12 bulan deh, yang paling rendah kan meningitis, ini kira-kira 12 bulan. Itu yang kita pakai sebagai patokan kenapa Bapak Presiden mengarahkan 12 bulan itu vaksinasi sudah selesai,” sambung BGS.

Sementara itu, penelitian Vaksin Nusantara pun saat ini sudah dihentikan sementara. Hal ini setelah adanya surat yang disampaikan oleh peneliti vaksin Nusantara di RS Dr Kariadi meminta untuk menghentikan sementara penelitiannya. Baca juga: Eijkman: Vaksin Nusantara Pernah Dipakai untuk Terapi Kanker

Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sampai saat ini masih belum memberikan izin untuk kelanjutan vaksin Nusantara. BPOM mengungkapkan bahwa beberapa aspek penelitian Vaksin Nusantara harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke dalam uji klinis fase.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Rekomendasi
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Moncer! Mbappe, Kane, Haaland Mengekor
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Berita Terkini
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved