BKKBN Gandeng BIG Benahi Data Kependudukan Indonesia

Rabu, 20 Mei 2020 - 05:05 WIB
loading...
BKKBN Gandeng BIG Benahi...
BKKBN menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memperbaiki data kependudukan Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan perlunya data informasi geospasial untuk mendukung kerja lembaganya. Informasi tersebut dibutuhkan dalam pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Bangga Kencana)

Hasto menilai, masalah kependudukan sangat krusial karena salah satu pangkal persoalannya berkaitan dengan data. Menurut dia, Badan Informasi Geospasial (BIG) memiliki data yang lebih akurat dan diyakini dapat membantu pembangunan kawasan perbatasan dan daerah tertinggal, pembangunan desa, mitigasi dan adaptasi bencana. “Informasi geospasial dinilai lebih akurat sehingga pelaksanaan Bangga Kencana akan lebih tepat sasaran dan berdaya guna,” kata Hasto dalam keterangan pers yang dikutip SINDOnews, Selasa (19/5/2020). (Baca juga: BKKBN Tak Lagi Gunakan Jargon 'Dua Anak Cukup')

Merujuk pada Pasal 1 UU Nomor 4 Tahun 2011, data geospasial berisi lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi. Setelah diolah, data itu menjadi informasi geospasial yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Hasto menjelaskan, BKKBN memiliki tiga sektor penting yang menjadi fokus kerjanya yaitu Kependudukan, Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga. Hal itu dijalankan sesuai dua visi yaitu penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas. “Keluarga menjadi unit terkecil dalam penduduk. Selain tumbuh seimbang, tujuan utamanya supaya bonus demografi bisa dipetik agar penduduk menjadi sumber daya pembangunan, bukan beban pembangunan,” ungkap dia. (Baca juga: Ingin Lebih Dekat dengan Milenial, BKKBN Berkolaborasi dengan SINDOnews)

Terkait dengan urusan reproduksi dan keluarga berencana, kata Hasto, tanpa lokasi yang valid maka data tidak ada artinya. Oleh karena itu, BKKBN memakai data mikro keluarga sebagai unit terkecilnya. “Data menjadi sangat penting, tanpa potret keluarga pun kita tidak bisa bicara apa apa. Keluarga jika tidak didiagnosis by name by address maka treatment-nya tidak akan maksimal,” ujar Hasto.

Sementara itu, Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin menilai data kependudukan sangat penting dalam berbagai aspek pembangunan. Sebab, semua proses pembangunan itu melibatkan manusia. “Jika tidak ada penduduk, maka proses pembangunan akan kehilangan maknanya. Tanpa lokasi data kependudukan masih kurang,” imbuh Hasanuddin.

Menurut informasi, BKKBN akan melakukan pendataan keluarga pada tahun depan dengan memotret 65 juta keluarga. Satu persatu keluarga akan dikunjungi dan didata melalui sistem informasi geografis (GIS). Pendataan itu melibatkan sekitar 24.000 petugas KB yang tersebar di kecamatan dan desa di seluruh Indonesia. Data itu kemudian dipadukan dengan Sistem Informasi Keluarga (SIGA). “Dengan begitu, masalah stunting, kematian ibu dan bayi, kontrasepsi bisa dipetakan dengan baik. Berharap dengan kerja sama ini, Bangga Kencana ikut menciptakan generasi unggul dan bonus demografi bisa tercapai,” ujar Hasto.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mudik 2026 dan Isu Strategis...
Mudik 2026 dan Isu Strategis Terkait Kependudukan
Sesmendukbangga Dorong...
Sesmendukbangga Dorong Daerah Serius Memanfaatkan Bonus Demografi
GENTING Collaboration...
GENTING Collaboration Summit 2025 Teguhkan Sinergi Pentahelix untuk Arah Kebijakan 2026
Generasi Muda Dukung...
Generasi Muda Dukung Program Prioritas BKKBN
BKKBN Gandeng DPR Sosialisasikan...
BKKBN Gandeng DPR Sosialisasikan Program Bangga Kencana, Soroti Pernikahan Dini
Akademi Keluarga Indonesia...
Akademi Keluarga Indonesia Bekali Remaja Menjadi Generasi Emas Berkarakter Kuat
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Kerahkan TPK Atasi Trauma Keluarga Terdampak Bencana Sumatera
Marak Bullying di Kalangan...
Marak Bullying di Kalangan Gen Z, Menteri Wihaji: Semua Bentuk Perundungan Harus Dilawan
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Dorong Kesadaran Anti-Bullying Lewat Gen Z
Rekomendasi
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved