Indonesia Didorong Mandiri dalam Ketersediaan Obat dan Alat Kesehatan
Kamis, 25 Maret 2021 - 22:27 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia. Semoga sinergi ini memberi manfaat bagi kemajuan IPTEK dan inovasi bidang kesehatan," ujarnya.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19), sebagaimana yang telah disampaikan oleh WHO, yaitu dengan cara mengurangi laju penularan, sehingga jumlah orang yang tertular di bawah kapasitas layanan kesehatan.
"Strategi mengurangi laju penularan ini juga telah dibagikan oleh WHO. Pertama, perubahan perilaku, yaitu protokol kesehatan, kedua diagnostic strategy yaitu testing, tracing, isolation. Ketiga, therapeutic, yaitu merawat, menyiapkan rumah sakit dan tenaga kesehatan, dan yang keempat adalah vaksinasi," kata Budi Gunadi.
Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir menjabarkan peran BUMN dalam meningkatkan peran ekonomi dan sosial di bidang ketahanan dan kesehatan, pangan dan energi. Ia mengatakan BUMN memiliki tiga tahap perencanaan, yakni jangka pendek pembentukan holding farmasi dan Rumah Sakit, jangka menengah peningkatan kapasitas penelitian dan pengembangan vaksin dan produksi obat-obatan, serta yang terakhir jangka panjang fokus peran holding farmasi dan Rumah Sakit milik negara berskala global untuk fokus pada tindakan preventif kesehatan.
"Pemerintah terus berupaya sekuat tenaga untuk menangani pandemi Covid-19. BUMN sebagai salah satu pilar strategis perekonomian dan pembangunan, turut berpartisipasi aktif baik dari sisi penanganan, yaitu dukungan rumah sakit BUMN di 18 provinsi khusus terapi kesembuhan Covid-19 dan pencegahan yaitu melalui penyediaan dan produksi vaksin agar tercapai herd immunity," ujar Erick.
"BUMN melakukan inisiasi program peran Sentra Vaksinasi di 5 kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Tangerang dengan target layanan 5000 orang/hari per titik. Vaksin Gotong Royong membuka kesempatan kepada perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi penyediaan vaksin bagi karyawan dan keluarganya," tambahnya.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19), sebagaimana yang telah disampaikan oleh WHO, yaitu dengan cara mengurangi laju penularan, sehingga jumlah orang yang tertular di bawah kapasitas layanan kesehatan.
"Strategi mengurangi laju penularan ini juga telah dibagikan oleh WHO. Pertama, perubahan perilaku, yaitu protokol kesehatan, kedua diagnostic strategy yaitu testing, tracing, isolation. Ketiga, therapeutic, yaitu merawat, menyiapkan rumah sakit dan tenaga kesehatan, dan yang keempat adalah vaksinasi," kata Budi Gunadi.
Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir menjabarkan peran BUMN dalam meningkatkan peran ekonomi dan sosial di bidang ketahanan dan kesehatan, pangan dan energi. Ia mengatakan BUMN memiliki tiga tahap perencanaan, yakni jangka pendek pembentukan holding farmasi dan Rumah Sakit, jangka menengah peningkatan kapasitas penelitian dan pengembangan vaksin dan produksi obat-obatan, serta yang terakhir jangka panjang fokus peran holding farmasi dan Rumah Sakit milik negara berskala global untuk fokus pada tindakan preventif kesehatan.
"Pemerintah terus berupaya sekuat tenaga untuk menangani pandemi Covid-19. BUMN sebagai salah satu pilar strategis perekonomian dan pembangunan, turut berpartisipasi aktif baik dari sisi penanganan, yaitu dukungan rumah sakit BUMN di 18 provinsi khusus terapi kesembuhan Covid-19 dan pencegahan yaitu melalui penyediaan dan produksi vaksin agar tercapai herd immunity," ujar Erick.
"BUMN melakukan inisiasi program peran Sentra Vaksinasi di 5 kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Tangerang dengan target layanan 5000 orang/hari per titik. Vaksin Gotong Royong membuka kesempatan kepada perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi penyediaan vaksin bagi karyawan dan keluarganya," tambahnya.
Lihat Juga :