Investigasi vs Peninjauan Menyeluruh Covid-19?

Rabu, 20 Mei 2020 - 07:35 WIB
loading...
A A A
Misalnya keputusan Australia untuk ikut Bank Infrastruktur Asia pada 2015 yang dipimpin oleh China walaupun ditentang AS. Keputusan mengusulkan penyelidikan independen ini justru memberikan pesan kepada China bahwa Australia tetap otonom dan tidak tergantung dengan China meski menikmati keuntungan ekonomi dalam 20 tahun terakhir ini.

Kesimpulannya bahwa gagasan untuk menginvestigasi wabah virus korona walaupun kemudian dikompromikan menjadi peninjauan komprehensif agar bisa menerima dukungan banyak negara telah menempatkan kembali Australia dalam pusat perhatian diplomasi politik luar negeri dunia.

Posisi itu melengkapi kekuatan ekonomi Australia sebagai high-income country dengan PDB per kapita sebesar USD57.305, sementara Indonesia baru memasuki middle-income countries dengan pendapatan per kapita USD3.893.

Perbedaan kekuatan ekonomi ini sendiri bukan faktor yang menentukan apakah sebuah negara dapat mengambil posisi diplomasi yang kuat di panggung internasional. Faktor yang lebih utama adalah ideologi negara.

Indonesia yang baru merdeka dan miskin pada 1945 sudah bisa mampu membuat aliansi dengan negara-negara berkembang hingga lahir Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai jawaban atas Perang Dingin antara Blok AS dan Blok Uni Soviet. Indonesia bisa memilih pada saat itu menjadi tangan kanan Uni Soviet atau tangan kanan AS bila memilih mengutamakan pertumbuhan ekonomi.

Nyatanya, para pemimpin politik Indonesia pada masa itu lebih mengutamakan independensi dan berpihak kepada negara-negara yang masih atau baru selesai merdeka dari penjajahan. Pertanyaannya kemudian, peluang diplomasi apa yang sebetulnya dapat diambil untuk kepemimpinan Indonesia pascawabah virus korona? Apakah Indonesia tertantang untuk ikut mendefinisikan the new normal yang saat ini menjadi konsep yang populer?
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved