Stigma Kejahatan (Catatan Kecil Sejarah Persekusi terhadap Penjahat dan Kaum Perokok)

Rabu, 17 Maret 2021 - 18:12 WIB
loading...
A A A
Sebagai mantan pengacara yang paham pengaruh opini publik dalam pembentukan persepsi, sikap anti-ilmiah Lalonde memengaruhi materi kampanye anti-tembakau setelah itu. Sekecil apapun pengaruh asap tembakau terhadap penyakit, ia harus disimpulkan sebagai faktor yang sangat dominan. Demikian cara kerja Lalonde Effect.

Berbagai pandangan yang membantah hasil riset itu turut dipersekusi. Prof. Robert Nilsson, misalnya. Peneliti dari Universitas Stockholm, Swedia, itu mengatakan bahwa pengaruh asap rokok bagi perokok pasif tidak seberbahaya seperti yang digambarkan dokter.

Ia hanya setara dengan perokok yang mengonsumsi seminggu satu batang dalam setahun. Tetapi, hasil riset itu diabaikan dan dipersekusi sebagai bersekongkol dengan industri tembakau.

Oleh kepentingan bisnis maupun politik, stigma kejahatan dalam dunia riset telah ditempuh secara jauh dan mereduksi prinsip-prinsip kebenaran. Demikian halnya yang terjadi dalam dunia pengobatan modern. Terdapat tren yang menyamakan statistik dengan sains dan kemajuan prosedur kuantitatif dengan kesempurnaan riset. Yang besar secara statistik akan dianggap benar secara prinsip.

Jika hasil riset itu secara terus-menerus disampaikan kepada publik dan dilakukan oleh lembaga yang berwenang, ia akan dianggap sebagai kebenaran. Kebenaran yang delutif dan setereotip. Stigma kejahatan terhadap narapidana dan perokok berlangsung dalam skema ini.

Sebagai delusi, ia hanya bisa efektif jika dilakukan dengan pendekatan paksa, baik melalui jalan politik atau uang. Seperti Hitler yang berhasil melarang warganya merokok dan menghukum berat tentara Nazi yang ketahuan merokok.

Publik terkecoh, karena Hitler sesungguhnya sedang menggelorakan kebencian rakyatnya terhadap musuh abadinya Amerika. Ia melakukannya dengan memerolok suku asli Amerika Indian, yang menciptakan rokok, sebagai: "Kemurkaan orang kulit merah terhadap orang kulit putih sebagai balas dendam karena telah diberi minuman keras". Untuk kepentingan politik tersebut, ia bahkan sampai harus menghentikan kebiasaan merokok 40 batang sehari.

Stigma kejahatan akan terus dilakukan oleh kekuatan politik dan uang sepanjang terdapat kue di pusaran isu tersebut. Ia akan disematkan kepada siapapun bahkan jika harus ditempuh dengan mereduksi kebenaran.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Rekomendasi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved