Kubu Moeldoko Bisa Pakai Nazaruddin untuk Singkirkan Dinasti Cikeas
Sabtu, 13 Maret 2021 - 07:55 WIB
loading...
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan mantan kader Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika yang menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menjadi medan pertarungan kubu Moeldoko dengan kubu Cikeas alias Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) atau Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyita perhatian. Adapun pernyataan Pasek tersebut diungkapkan di akun Twitter-nya, Kamis (11/3/20210).
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab berpendapat memang ada korelasi antara kemunculan mantan narapidana kasus korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin dengan konflik Partai Demokrat. Terlebih, kata Fadhli, Nazaruddin berada di Kubu Moeldoko alias Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.
"Bisa ditafsirkan bahwa kubu Moeldoko sedang dan akan memukul kubu Cikeas dengan menggunakan tangan Nazaruddin," kata Fadhli Harahab kepada SINDOnews, Sabtu (13/3/2021).
Baca juga: Gede Pasek: KPK Bakal Menjadi Medan Pertarungan Moeldoko vs Cikeas
Fadhli meyakini, kemunculan Nazaruddin di kubu Moeldoko bukan sekadar dijadikan senjata pamungkas untuk menggertak atau mengancam. "Tetapi juga bisa digunakan untuk menebas. Dan, kalau itu dilakukan oleh kubu Moeldoko, pastinya akan sangat mematikan apabila tebasannya didukung dengan pedang yang tajam," kata Fadhli.
Menurutnya, kemunculan Nazaruddin di kubu Moeldoko tinggal menunggu momentum. "Kapan saat yang tepat untuk memainkan perannya. Pertanyaannya apakah nyanyian Nazaruddin akan mempengaruhi keabsahan Demokrat kubu AHY? Tentu tidak ada relevansinya. Tetapi cukup mengganggu konsentrasi dan untuk melemahkan," ujarnya.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab berpendapat memang ada korelasi antara kemunculan mantan narapidana kasus korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin dengan konflik Partai Demokrat. Terlebih, kata Fadhli, Nazaruddin berada di Kubu Moeldoko alias Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.
"Bisa ditafsirkan bahwa kubu Moeldoko sedang dan akan memukul kubu Cikeas dengan menggunakan tangan Nazaruddin," kata Fadhli Harahab kepada SINDOnews, Sabtu (13/3/2021).
Baca juga: Gede Pasek: KPK Bakal Menjadi Medan Pertarungan Moeldoko vs Cikeas
Fadhli meyakini, kemunculan Nazaruddin di kubu Moeldoko bukan sekadar dijadikan senjata pamungkas untuk menggertak atau mengancam. "Tetapi juga bisa digunakan untuk menebas. Dan, kalau itu dilakukan oleh kubu Moeldoko, pastinya akan sangat mematikan apabila tebasannya didukung dengan pedang yang tajam," kata Fadhli.
Menurutnya, kemunculan Nazaruddin di kubu Moeldoko tinggal menunggu momentum. "Kapan saat yang tepat untuk memainkan perannya. Pertanyaannya apakah nyanyian Nazaruddin akan mempengaruhi keabsahan Demokrat kubu AHY? Tentu tidak ada relevansinya. Tetapi cukup mengganggu konsentrasi dan untuk melemahkan," ujarnya.
Lihat Juga :