Nilai Demokrasi Indonesia di Simpang Jalan, Anis Matta Ungkap Faktornya
Sabtu, 06 Maret 2021 - 19:27 WIB
loading...
Menurut Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta setidaknya ada dua faktor penyebab demokrasi Indonesia berada di persimpangan jalan. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta mengungkapkan beberapa faktor yang membuat demokrasi Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan. Faktor tersebut menjadi tantangan terbesar bukan hanya demokrasi tapi bangsa Indonesia.
"Pertama adalah dalam waktu 20 tahun terakhir ini sejak era reformasi saya melihat bahwa social shifting (kapasitas sosial) itu jauh lebih cepat daripada reformasi politik," ujar Anis dalam webinar 'Demokrasi Indonesia di Simpang Jalan', Sabtu (6/3/2021).
(Baca: Revisi UU ITE Bisa Jadi Warisan Jokowi dalam Sejarah Demokrasi Indonesia)
Anis mengungkapkan, social shifting didasari beberapa hal yakni faktor yang bersifat struktural yaitu perubahan komposisi demografi munculnya bonus demografi.
"Perubahan ini pasti mengubah suasana kita secara keseluruhan di Indonesia ini dan sensus tahun 2020 terakhir memang menunjukkan porsi terbesar orang-orang muda yang memenuhi struktur populasi kita di Indonesia," kata Anis.
Faktor pendorong yang kedua, lanjut Anis, dalam waktu 20 tahun terakhir ini juga telah terjadi pembentukan kelas menengah baru yang secara jumlah itu juga sangat besar kisaran sekitar seratusan juta kelas menengah baru di Indonesia. Dan bila disimpulkan banyak masyarakat urban yang lebih berdaya.
"Dan saya menambahkan drive ketiga di sini adalah tren pertumbuhan populasi urban di Indonesia yang membuat kita ke depan akan kira-kira relatif mirip dengan Korea, yang keseimbangan penduduk desa dan kotanya 95-5%," ungkap Anis.
"Pertama adalah dalam waktu 20 tahun terakhir ini sejak era reformasi saya melihat bahwa social shifting (kapasitas sosial) itu jauh lebih cepat daripada reformasi politik," ujar Anis dalam webinar 'Demokrasi Indonesia di Simpang Jalan', Sabtu (6/3/2021).
(Baca: Revisi UU ITE Bisa Jadi Warisan Jokowi dalam Sejarah Demokrasi Indonesia)
Anis mengungkapkan, social shifting didasari beberapa hal yakni faktor yang bersifat struktural yaitu perubahan komposisi demografi munculnya bonus demografi.
"Perubahan ini pasti mengubah suasana kita secara keseluruhan di Indonesia ini dan sensus tahun 2020 terakhir memang menunjukkan porsi terbesar orang-orang muda yang memenuhi struktur populasi kita di Indonesia," kata Anis.
Faktor pendorong yang kedua, lanjut Anis, dalam waktu 20 tahun terakhir ini juga telah terjadi pembentukan kelas menengah baru yang secara jumlah itu juga sangat besar kisaran sekitar seratusan juta kelas menengah baru di Indonesia. Dan bila disimpulkan banyak masyarakat urban yang lebih berdaya.
"Dan saya menambahkan drive ketiga di sini adalah tren pertumbuhan populasi urban di Indonesia yang membuat kita ke depan akan kira-kira relatif mirip dengan Korea, yang keseimbangan penduduk desa dan kotanya 95-5%," ungkap Anis.
Lihat Juga :