Marzuki Ali Tiba di Bandara Kualanamu, Demokrat: Mau ke Lokasi KLB Bodong Pak?
Jum'at, 05 Maret 2021 - 10:45 WIB
loading...
Marzuki Alie (berbaju hitam) saat didatangi dua pengurus DPP Partai Demokrat di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Foto/tangkapan layar Twitter
A
A
A
JAKARTA - Dua orang Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon dan Irwan Fecho bertemu Marzuki Alie di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pagi ini.
Hal tersebut diketahui dari foto dan sejumlah video yang diunggah Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra di akun Twitternya, @Herzaky_, Jumat (5/3/2021) pagi.
"Pagi yang cerah. Bang Jansen bersama Bang Irwan dan Bang Syahrial santai dengan Pak Marzuki Alie yang baru mendarat di Bandara @kualanamuKNO. Mau menuju lokasi KLB Bodong, Pak? Katanya tidak terlibat GPK-PD? #SayaDukungAHY," cuit Herzaky di lini masa akun Twitternya.Baca juga: Kisruh Demokrat, Andi Arief: Jangan Salahkan Jika Mantan Presiden Demonstrasi di Istana
Seperti diketahui, GPK-PD adalah singkatan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD). Istilah itu diberikan pengurus DPP Partai Demokrat terhadap orang-orang yang dianggap ingin mengkudeta kepemimpinan AHY.
Cuitan Herzaky itu pun mendapat 103 likes, 2 tweet kutipan dan 32 retweet hingga berita ini ditulis sekitar pukul 09.30 WIB.
Hal tersebut diketahui dari foto dan sejumlah video yang diunggah Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra di akun Twitternya, @Herzaky_, Jumat (5/3/2021) pagi.
"Pagi yang cerah. Bang Jansen bersama Bang Irwan dan Bang Syahrial santai dengan Pak Marzuki Alie yang baru mendarat di Bandara @kualanamuKNO. Mau menuju lokasi KLB Bodong, Pak? Katanya tidak terlibat GPK-PD? #SayaDukungAHY," cuit Herzaky di lini masa akun Twitternya.Baca juga: Kisruh Demokrat, Andi Arief: Jangan Salahkan Jika Mantan Presiden Demonstrasi di Istana
Seperti diketahui, GPK-PD adalah singkatan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD). Istilah itu diberikan pengurus DPP Partai Demokrat terhadap orang-orang yang dianggap ingin mengkudeta kepemimpinan AHY.
Cuitan Herzaky itu pun mendapat 103 likes, 2 tweet kutipan dan 32 retweet hingga berita ini ditulis sekitar pukul 09.30 WIB.
Lihat Juga :