Doni Minta Kualitas dan Kuantitas Laboratorium Kementerian Ditingkatkan

Senin, 18 Mei 2020 - 21:16 WIB
loading...
Doni Minta Kualitas...
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo meminta kualitas dan kuantitas laboratorium yang dimiliki kementerian/lembaga harus ditingkatkan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo meminta kualitas dan kuantitas laboratorium yang dimiliki kementerian/lembaga harus ditingkatkan. (Baca juga: Update Corona 18 Mei: 18.010 Positif, 4.324 Sembuh, dan 1.191 Meninggal Dunia)

Hal itu disampaikan Doni kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Kami tadi laporkan kepada Bapak Presiden perlu ada peningkatan pembinaan dari kementerian/lembaga terhadap laboratorium yang ada di seluruh Indonesia agar peningkatan kualitas dan juga kuantitas hasil pemeriksaan spesimen bisa lebih baik lagi,” katanya seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (18/5/2020). (Baca juga: Jokowi Minta Puskesmas Diperkuat untuk Pantau OTG dan ODP)

Mantan Danjen Kopassus ini juga meminta agar Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ditunjuk sebagai koroodinator untuk mengumpulkan seluruh hasil-hasil laporan dari seluruh laboratorium.

Kementerian Kesehatan sendiri memiliki 14 laboratorium. Kemudian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki 19 laboratorium, yanga mana sebagian besar adalah milik perguruan tinggi. Kemudian provinsi memiliki 19 laboratorium yaitu laboratorium kesehatan daerah.

“Kemudian BUMN memiliki 2 laboratorium. BPOM ada 5 laboratorium. Kemenristek punya 2 laboratorium. Kementerian Pertanian 3 laboratorium. Kementerian Agama 1 laboratorium, dan TNI 1 laboratoroium, serta swasta 3 laboratorium. Total semuanya ada 69 laboratorium. Sedangkan masih terdapat 54 laboratorium lainnya yang dalam proses untuk peningkatan dan memulai operasional,” paparnya.

Doni mengakui keterbatasan sumber daya manusia juga mengakibatkan proses test spesimen tidak maksimal. Dia juga telah meminta bantuan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). “Termasuk juga melibatkan seluruh puskesmas yang ada di wilayah terdapatnya laboratorium tersebut. Serta bekerja sama dengan asosiasi bidan, terutama yang berkemampuan untuk menangani laboratorium. Termasuk juga rencana pemberian insentif bagi petugas laboratorium,” katanya. dita angga
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Berita Terkini
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved