PPKM Skala Mikro Dinilai Efektif karena Libatkan Pendekatan Sosial
Kamis, 04 Maret 2021 - 19:29 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen menilai capaian positif ini karena penerapan PPKM mikro melibatkan banyak kalangan masyarakat. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Di beberapa daerah, Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sukses. Adapun indikatornya antara lain, kasus positif COVID-19 menurun dan jumlah zona merah berkurang.
Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen menilai capaian positif ini karena penerapan PPKM mikro melibatkan banyak kalangan masyarakat. Dirinya melihat selama ini pemerintah terus mengevaluasi program penanganan pandemi, sekaligus memastikan tereksekusinya program-program yang tepat. Baca juga: Geliat Panti Pijat di Jakarta saat PPKM: Kucing-kucingan agar Tak Terjamah Petugas
"Pemerintah menjalakan PPKM dengan pelibatan pendekatan sosial. Artinya, ada kebijakan dari pemerintah, ada juga pemanfaatan atau memaksimalkan inovasi dari warga," ujar Nabil kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).
Dalam konteks pendekatan sosial, lanjut dia, misalnya pemerintah menggandeng Ormas Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk keindonesiaan. "Dalam hal vaksinasi misalnya, pemerintah serius menggandeng ormas-ormas untuk memperlancar proses," kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Pria yang akrab disapa Gus Nabil ini menuturkan kedua pendekatan itu punya kelebihan dan kekurangan maka harus dipilih mana yang paling tepat. Bisa jadi, lanjut dia, di satu kawasan, pendekatan provinsi lebih baik daripada di provinsi lain. Sedangkan di kawasan lain, pendekatan kota atau kabupaten dirasa lebih tepat.
"Maka, pemerintah instrumen yang tepat untuk menganalisa itu, dan dengan indikator yang jelas, kebijakan bisa diterapkan secara maksimal," tuturnya.
Di sisi ekonomi, pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19. Strategi ini diharapkan bisa menjaga perekonomian. Program padat karya juga bisa menggerakan banyak warga agar bisa pulih secara ekonomi. Selain itu, ada dukungan program untuk menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Baca juga: Kafe dan Restoran Beroperasi saat PPKM, Pengusaha Diskotek-Panti Pijat di Jakarta Cemburu
Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen menilai capaian positif ini karena penerapan PPKM mikro melibatkan banyak kalangan masyarakat. Dirinya melihat selama ini pemerintah terus mengevaluasi program penanganan pandemi, sekaligus memastikan tereksekusinya program-program yang tepat. Baca juga: Geliat Panti Pijat di Jakarta saat PPKM: Kucing-kucingan agar Tak Terjamah Petugas
"Pemerintah menjalakan PPKM dengan pelibatan pendekatan sosial. Artinya, ada kebijakan dari pemerintah, ada juga pemanfaatan atau memaksimalkan inovasi dari warga," ujar Nabil kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).
Dalam konteks pendekatan sosial, lanjut dia, misalnya pemerintah menggandeng Ormas Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk keindonesiaan. "Dalam hal vaksinasi misalnya, pemerintah serius menggandeng ormas-ormas untuk memperlancar proses," kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Pria yang akrab disapa Gus Nabil ini menuturkan kedua pendekatan itu punya kelebihan dan kekurangan maka harus dipilih mana yang paling tepat. Bisa jadi, lanjut dia, di satu kawasan, pendekatan provinsi lebih baik daripada di provinsi lain. Sedangkan di kawasan lain, pendekatan kota atau kabupaten dirasa lebih tepat.
"Maka, pemerintah instrumen yang tepat untuk menganalisa itu, dan dengan indikator yang jelas, kebijakan bisa diterapkan secara maksimal," tuturnya.
Di sisi ekonomi, pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19. Strategi ini diharapkan bisa menjaga perekonomian. Program padat karya juga bisa menggerakan banyak warga agar bisa pulih secara ekonomi. Selain itu, ada dukungan program untuk menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Baca juga: Kafe dan Restoran Beroperasi saat PPKM, Pengusaha Diskotek-Panti Pijat di Jakarta Cemburu
Lihat Juga :