Indonesia Rawan Bencana, Luhut: Kita Harus Siap Menghadapinya

Kamis, 04 Maret 2021 - 11:30 WIB
loading...
Indonesia Rawan Bencana,...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengajak semua pihak untuk siap menghadapi bencana. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indonesia merupakan wilayah yang memiliki risiko rawan bencana yang tinggi. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2021 di Istana Negara menyebut jika Indonesia termasuk dalam 35 negara di dunia yang rawan bencana.

Melihat potensi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengajak semua pihak untuk siap menghadapi bencana. “Tidak ada kata tidak siap, kita harus siap menghadapinya. Jangan nanti kita menangisi sesuatu karena kita tidak siap,” tegasnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana BNPB 2021 secara virtual, Kamis (4/3/2021). Baca juga: Waspada! Hampir Seluruh Desa di Indonesia Rawan Tsunami

Jika melihat bencana dalam periode 2020, Luhut mengatakan masalah lingkungan juga berpengaruh terhadap potensi bencana di Indonesia. “Dan kalau kita lihat bencana di Indonesia 1 Januari sampai 6 Desember 2020 jadi kita penuh bencana. Disini masalah lingkungan menjadi penting, pemotongan kayu, galian yang tidak sesuai aturan itu juga punya dalam kerusakan lingkungan kita,” katanya. Baca juga: Indonesia Rawan Bencana, Jokowi Ingatkan Jajarannya Jangan Sibuk Bikin Aturan

Selain itu, kata Luhut, penambahan jumlah penduduk di Indonesia juga membuat semakin parah potensi bencana. “Juga karena penambahan manusia juga. Karena ketidak ramah kita pada alam, itu juga membuat makin parah,” ungkapnya.

Luhut pun memperingatkan kepada semua Kepala daerah di Indonesia bahwa ancaman tsunami di Indonesia nyata. Bahkan, kata Luhut, seluruh Desa di Indonesia juga rawan terhadap potensi tsunami. “Seluruh Desa di Indonesia hampir semua rawan terdampak tsunami. Jadi ayo para Gubernur, teman-teman Bupati, ayo kita hati-hati. Jangan sekali lagi karena (tsunami) tidak ada, setahun tidak ada, atau tiga tahun tidak ada, lantas besok tidak ada. Besok bisa ada, ataupun setelah ini pun bisa ada. Karena tidak ada yang bisa mengatur gempa ini,” jelas Luhut.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Berita Terkini
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved