GP Ansor-Banser Bantu Penanganan Bencana di Pandeglang, Cianjur, dan Sukabumi
Kamis, 12 Desember 2024 - 17:28 WIB
loading...
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, langsung terjun ke lokasi bencana di Pandeglang untuk memastikan respons cepat dan bantuan optimal bagi masyarakat terdampak. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat sejak awal Desember 2024 menyebabkan bencana alam , termasuk banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah. Daerah yang paling terdampak adalah Kabupaten Pandeglang, Cianjur, dan Sukabumi. Ribuan rumah terendam banjir, sementara kebutuhan darurat masyarakat terus meningkat.
Di Kabupaten Pandeglang, banjir akibat luapan Sungai Cilemer melanda Desa Suryaneneretan dan Desa Idaman di Kecamatan Patia. Sebanyak 270 rumah terendam, dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Warga dua desa ini menghadapi banjir yang berlangsung lebih dari seminggu, memaksa mereka bergantung pada bantuan dari berbagai lembaga. Di Desa Suryaneneretan, 150 rumah di RT 01 dan RT 02, RW 01 terendam banjir. Desa Idaman juga menghadapi situasi serupa, dengan 120 rumah terdampak.
Kabupaten Cianjur dan Sukabumi juga tak luput dari bencana. Longsor dan pergerakan tanah melanda Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, dan Tanggeung di Cianjur. Sementara itu, di Sukabumi, Kecamatan Pabuaran, Sagaranten, dan Ciemas terdampak bencana serupa. Cuaca ekstrem yang terjadi sejak 2 Desember 2024 menjadi pemicu utama terjadinya bencana di kedua wilayah ini.
Di tengah kondisi sulit ini, semangat solidaritas dan kerja sama menjadi penopang harapan, terutama melalui aksi cepat Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser yang aktif membantu penanganan bencana di wilayah terdampak. Kehadiran GP Ansor dan Banser memberikan dukungan besar bagi warga yang terdampak.
Di Kabupaten Pandeglang, banjir akibat luapan Sungai Cilemer melanda Desa Suryaneneretan dan Desa Idaman di Kecamatan Patia. Sebanyak 270 rumah terendam, dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Warga dua desa ini menghadapi banjir yang berlangsung lebih dari seminggu, memaksa mereka bergantung pada bantuan dari berbagai lembaga. Di Desa Suryaneneretan, 150 rumah di RT 01 dan RT 02, RW 01 terendam banjir. Desa Idaman juga menghadapi situasi serupa, dengan 120 rumah terdampak.
Kabupaten Cianjur dan Sukabumi juga tak luput dari bencana. Longsor dan pergerakan tanah melanda Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, dan Tanggeung di Cianjur. Sementara itu, di Sukabumi, Kecamatan Pabuaran, Sagaranten, dan Ciemas terdampak bencana serupa. Cuaca ekstrem yang terjadi sejak 2 Desember 2024 menjadi pemicu utama terjadinya bencana di kedua wilayah ini.
Di tengah kondisi sulit ini, semangat solidaritas dan kerja sama menjadi penopang harapan, terutama melalui aksi cepat Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser yang aktif membantu penanganan bencana di wilayah terdampak. Kehadiran GP Ansor dan Banser memberikan dukungan besar bagi warga yang terdampak.
Lihat Juga :