Lampu Hijau untuk Vaksinasi Mandiri
Rabu, 03 Maret 2021 - 06:28 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah memastikan dengan dinyalakannya lampu hijau untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong tidak akan bentrok dengan program vaksinasi oleh pemerintah yang sudah terjadwal dengan baik. Vaksinasi mandiri adalah program yang paralel atau saling melengkapi dan menguatkan dengan program vaksinasi pemerintah yang sudah berjalan. Karena itu, keterlibatan pihak swasta akan sangat membantu pemerintah dalam pemberian vaksin untuk mengatasi pandemi Covid-19.
Sekadar informasi, untuk anggaran vaksinasi Covid-19, sebagaimana dibeberkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, akhir bulan lalu, pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp73 triliun. Dana jumbo itu meliputi program pengadaan vaksin sebesar Rp64 triliun dan pelaksanaan vaksinasi sebesar Rp9,1 triliun. Akhir tahun lalu, pemerintah telah membeli vaksin Sinovac sebanyak tiga juta dosis dengan nilai sebesar Rp633,8 miliar. Dan, vaksin Sinovac itulah yang digunakan sekarang.
Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sebanyak 426,8 juta dosis vaksin. Pemerintah mengklaim telah mendapat komitmen untuk sebanyak 663,5 juta dosis vaksin. Dari mana sumber pembiayaan vaksinasi Covid-19 yang digratiskan kepada masyarakat? Menkeu Sri Mulyani menyebut, dari dana sisa anggaran tahun lalu. Sumber lain melalui refocusing dan relokasi anggaran kementerian/lembaga pada tahun ini. Patut disyukuri, Indonesia salah satu negara yang beruntung karena sudah mendapat akses terhadap pengadaan vaksin Covid-19.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 jangan sampai gagal. Keberhasilan vaksinasi adalah kunci dalam mengendalikan pandemi Covid-19 menuju pemulihan ekonomi nasional. Sebaliknya, bila vaksinasi ini melenceng, maka besar kemungkinan pengendalian pandemi Covid-19 semakin susah yang pada akhirnya perekonomian nasional jauh dari kata pulih. Belakangan ini, kinerja perekonomian nasional pelan tapi pasti sudah melewati masa genting. Tengok saja, pada kuartal kedua tahun lalu pertumbuhan ekonomi terkoreksi minus 5,32%, lalu sedikit membaik pada kuartal kedua yang mencatatkan pertumbuhan minus 3,24%, selanjutnya kuartal keempat menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan minus 2,19%. Dengan demikian, pertumbuhan perekonomian nasional tercatat minus 2,07% sepanjang tahun lalu.
Dengan melihat kecenderungan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional semakin membaik, harapannya akselerasi pemulihan ekonomi akan lebih cepat dengan pemberian vaksinasi Covid-19 sejak awal tahun ini. Apalagi pelibatan pihak swasta atau perusahaan menjadi motor tersendiri dalam mengendalikan pandemi Covid-19 menuju pemulihan ekonomi nasional. Dengan catatan, regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk vaksinasi gotong royong harus konsisten dengan segala konsekuensinya.
Sekadar informasi, untuk anggaran vaksinasi Covid-19, sebagaimana dibeberkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, akhir bulan lalu, pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp73 triliun. Dana jumbo itu meliputi program pengadaan vaksin sebesar Rp64 triliun dan pelaksanaan vaksinasi sebesar Rp9,1 triliun. Akhir tahun lalu, pemerintah telah membeli vaksin Sinovac sebanyak tiga juta dosis dengan nilai sebesar Rp633,8 miliar. Dan, vaksin Sinovac itulah yang digunakan sekarang.
Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sebanyak 426,8 juta dosis vaksin. Pemerintah mengklaim telah mendapat komitmen untuk sebanyak 663,5 juta dosis vaksin. Dari mana sumber pembiayaan vaksinasi Covid-19 yang digratiskan kepada masyarakat? Menkeu Sri Mulyani menyebut, dari dana sisa anggaran tahun lalu. Sumber lain melalui refocusing dan relokasi anggaran kementerian/lembaga pada tahun ini. Patut disyukuri, Indonesia salah satu negara yang beruntung karena sudah mendapat akses terhadap pengadaan vaksin Covid-19.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 jangan sampai gagal. Keberhasilan vaksinasi adalah kunci dalam mengendalikan pandemi Covid-19 menuju pemulihan ekonomi nasional. Sebaliknya, bila vaksinasi ini melenceng, maka besar kemungkinan pengendalian pandemi Covid-19 semakin susah yang pada akhirnya perekonomian nasional jauh dari kata pulih. Belakangan ini, kinerja perekonomian nasional pelan tapi pasti sudah melewati masa genting. Tengok saja, pada kuartal kedua tahun lalu pertumbuhan ekonomi terkoreksi minus 5,32%, lalu sedikit membaik pada kuartal kedua yang mencatatkan pertumbuhan minus 3,24%, selanjutnya kuartal keempat menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan minus 2,19%. Dengan demikian, pertumbuhan perekonomian nasional tercatat minus 2,07% sepanjang tahun lalu.
Dengan melihat kecenderungan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional semakin membaik, harapannya akselerasi pemulihan ekonomi akan lebih cepat dengan pemberian vaksinasi Covid-19 sejak awal tahun ini. Apalagi pelibatan pihak swasta atau perusahaan menjadi motor tersendiri dalam mengendalikan pandemi Covid-19 menuju pemulihan ekonomi nasional. Dengan catatan, regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk vaksinasi gotong royong harus konsisten dengan segala konsekuensinya.
(bmm)
Lihat Juga :