Vaksin Massal dan Sebar Pengetahuan lewat Digital Literacy Talks
Sabtu, 27 Februari 2021 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karenanya, strategi tangkal hoaks ini yang pertama ialah dengan melakukan proses inokulasi (vaksinasi) publik dari infodemik (sebutan untuk hoaks). Yang kedua ialah dengan terus menurunkan kredibilitas berita-berita hoaks tersebut.
Diskusi juga mengungkapkan, antara pengetahuan dan perilaku publik tidak selalu berbanding lurus. Publik yang tahu, belum tentu dapat dipastikan bahwa perilakunya sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh mereka.
Terdapat tiga upaya dalam upaya memastikan sebuah kebijakan publik dapat diserap oleh publik yaitu enforcement, engineering, dan education. Pendekatan pertama (enforcement) memang menyandarkan pada kekuatan aturan. Dampaknya, publik berpeluang mengikuti kebijakan ketika aturan tersebut berlaku atau adanya penegak aturan di sekitar publik.
Sedangkan pendekatan rekayasa (engineering) dilakukan dengan menyiapkan situasi dan kondisi secara sistematis sesuai dengan keinginan pengambil kebijakan. Contohnya ialah bagaimana hadirnya tempat – tempat cuci tangan; tanda silang di kursi-kursi yang tidak diperkenankan untuk ditempati sebagai implementasi imbauan menjaga jarak.
Pendekatan terakhir dengan pendidikan (education), memang pendekatan yang membutuhkan waktu paling lama dalam proses pelaksanaannya. Namun, sekali berhasil, maka dampak nya terhadap perilaku publik akan lebih Panjang. Hal ini menyangkut telah terpatrinya kebijakan di dalam benak dan mental publik.
Diskusi ini mengingatkan publik bahwa vaksin telah banyak menuai keberhasilan selama puluhan tahun terhadap penyakit yang menyerang manusia, sebut saja polio, yang sudah membebaskan penduduk dunia dari pandemi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan untuk meragukan keampuhan virus dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.
Diskusi juga mengungkapkan, antara pengetahuan dan perilaku publik tidak selalu berbanding lurus. Publik yang tahu, belum tentu dapat dipastikan bahwa perilakunya sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh mereka.
Terdapat tiga upaya dalam upaya memastikan sebuah kebijakan publik dapat diserap oleh publik yaitu enforcement, engineering, dan education. Pendekatan pertama (enforcement) memang menyandarkan pada kekuatan aturan. Dampaknya, publik berpeluang mengikuti kebijakan ketika aturan tersebut berlaku atau adanya penegak aturan di sekitar publik.
Sedangkan pendekatan rekayasa (engineering) dilakukan dengan menyiapkan situasi dan kondisi secara sistematis sesuai dengan keinginan pengambil kebijakan. Contohnya ialah bagaimana hadirnya tempat – tempat cuci tangan; tanda silang di kursi-kursi yang tidak diperkenankan untuk ditempati sebagai implementasi imbauan menjaga jarak.
Pendekatan terakhir dengan pendidikan (education), memang pendekatan yang membutuhkan waktu paling lama dalam proses pelaksanaannya. Namun, sekali berhasil, maka dampak nya terhadap perilaku publik akan lebih Panjang. Hal ini menyangkut telah terpatrinya kebijakan di dalam benak dan mental publik.
Diskusi ini mengingatkan publik bahwa vaksin telah banyak menuai keberhasilan selama puluhan tahun terhadap penyakit yang menyerang manusia, sebut saja polio, yang sudah membebaskan penduduk dunia dari pandemi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan untuk meragukan keampuhan virus dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.
(dam)
Lihat Juga :