Diskursus Utang dalam Pemulihan Ekonomi

Senin, 22 Februari 2021 - 17:40 WIB
loading...
A A A
Memacu Ekonomi 2021
Kondisi ekonomi Indonesia yang terkontraksi sebesar 2,07% (yoy) pada 2020 yang sejatinya masih relatif moderat dibandingkan negara-negara yang tergabung pada G-20 maupun ASEAN. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah mampu menangani Covid-19, sekaligus dampaknya sehingga efek yang dialami Indonesia tidak sedalam negara-negara lain. Sebab itu, bukan tak mungkin jika pada 2021 ekonomi Indonesia dapat kembali pulih dan tumbuh positif meski sempat terperosok dalam jurang resesi selama pandemi.

Penerimaan negara tahun 2021 diprediksi masih dalam situasi ketidakpastian ekonomi. Sebab itu, pemerintah perlu terus berupaya menyusun strategi mengejar penerimaan negara pada 2021 meski perpajakan sedang mengalami tekanan cukup berat selama pandemi. Relaksasi yang bersifat sementara guna menstimulasi pelaku usaha di Indonesia diharapkan dapat segera pulih sehingga dapat memberikan kontribusinya kembali pada negara melalui pembayaran pajak.

Di sisi lain, dalam memacu pertumbuhan ekonomi di 2021 ini pemerintah perlu terus mendorong investasi untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi. Kontribusi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi merupakan yang terbesar kedua pada PDB setelah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sekitar 30%. Presiden Joko Widodo juga telah menargetkan investasi pada 2021 sebesar Rp900 triliun atau tumbuh 4,8%. Sebab itu, tantangan terbesar kita saat ini adalah mengendalikan pandemi secepatnya agar kita bisa lebih cepat normalisasi karena peningkatan investasi akan terdorong secara natural seiring dengan penguatan tren normalisasi ekonomi nasional.

Selain itu, untuk mendorong ekonomi 2021, pemerintah juga perlu memacu nilai ekspor guna mengurangi terjadinya defisit transaksi berjalan. Meski pandemi belum usai, namun Indonesia saat ini dapat mulai menggenjot ekspor dengan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi India dan China sebagai salah satu negara tujuan ekspor. China dan India adalah dua negara memiliki populasi penduduk yang besar, sementara Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam melimpah sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengisi pasar kedua negara tersebut.

Pada masa pandemi ini, dengan angka defisit yang kian melebar, mutlak pemerintah harus terus mampu memastikan efisiensi belanja. Ihwal yang mengganggu kinerja dalam belanja pemerintah harus segera diperangi. Di tengah masa pandemi Covid-19, belanja negara diharapkan benar-benar digunakan untuk mendukung program dan kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga perlu terus memastikan peningkatan sinergi belanja dari transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dan dengan belanja kementerian/lembaga dari pusat. Untuk terus bersinergi dan saling dukung untuk menghasilkan output yang lebih besar dan bermanfaat. Semoga.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Pesan Suryopratomo untuk...
Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved