Kemampuan Bayar Utang Dipertanyakan

Jum'at, 19 Februari 2021 - 06:30 WIB
loading...
Kemampuan Bayar Utang...
Rasio terhadap PDB bukan satu-satunya ukuran untuk menilai aman atau tidak jumlah utang pemerintah, melainkan juga pada kemampuan membayar atau melunasi. (Ilustrasi: SINDOnews/Wawan Bastian)
A A A
POSISI utang pemerintah terus bergerak naik di mana rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) telah menembus 38,68%. Sepanjang tahun lalu, utang pemerintah bertambah Rp1.257 triliun dari sekitar Rp4.817,5 triliun pada Januari 2020 menjadi Rp6.074,5 triliun pada penutupan tahun lalu. Bagi pemerintah, posisi rasio utang yang terus bertumbuh itu masih aman mengingat batas toleransi rasio utang yang diatur dalam regulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 60% terhadap PDB.

Selain itu, pemerintah dalam mencetak utang selalu mengutamakan prinsip kehati-hatian. Namun, sejumlah ekonom justru mengingatkan pemerintah bahwa ukuran aman atau tidaknya utang jangan hanya berpatokan pada rasio terhadap PDB, tetapi juga pada kemampuan membayar atau melunasi. Pemerintah dinilai sudah dalam posisi lampu kuning atau mendekati lampu merah dalam urusan pelunasan utang.

Memang, bila berpatokan pada rasio utang terhadap PDB, posisi utang pemerintah masih dalam batas aman dibandingkan sejumlah negara lain. Tengok saja, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand sebesar 50% terhadap PDB, lalu Filipina sekitar 54,8%, Malaysia capai 66%, dan Singapura tembus 131%. Untuk sejumlah negara besar, tercatat China sekitar 66%, Jerman 72%, dan India 90%, Amerika Serikat (AS) 103%, dan Prancis tembus 118% terhadap PDB.

Pandemi Covid-19 telah memicu pertumbuhan utang sejumlah negara lebih cepat, tak terkecuali Indonesia. Dampak dari pandemi virus korona yang sudah hampir setahun mendera negeri ini membuat defisit APBN 2020 menjadi 6,09%. Namun, defisit yang melebar itu masih terkontrol atau lebih kecil dibandingkan beberapa negara yang menembus di atas 10%, di antaranya defisit anggaran AS mendekati 15% dan Prancis 10,8%.

Pemerintah selalu mengklaim bahwa posisi utang yang terus meningkat tak perlu dikhawatirkan karena rasio terhadap PDB masih dalam kategori aman. Namun, di mata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, angka rasio utang terhadap PDB tidak cukup untuk menyatakan utang yang tercetak tidaklah membahayakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Krisis Energi,...
Hadapi Krisis Energi, JK Minta Pemerintah Pertimbangkan Kurangi Subsidi BBM
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Kebijakan WFH ASN Berpotensi...
Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat APBN Capai Rp6,2 Triliun
Istana Pastikan Tak...
Istana Pastikan Tak Potong Anggaran MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Anggota Komisi XI DPR...
Anggota Komisi XI DPR Soroti Defisit APBN 2025
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026
Rupiah Jeblok ke Rekor...
Rupiah Jeblok ke Rekor Terendah, Ekonomi RI dalam Bahaya?
Rekomendasi
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Diskon Bayar PBB-P2 Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved