Puasa, Takwa, dan Kemajuan Bangsa

Senin, 18 Mei 2020 - 08:05 WIB
loading...
A A A
Yang lebih menyesakkan dada, dunia pendidikan kita pun sudah terinfeksi virus sogok-menyogok, perjokian, menyontek, guru dan dosen tidak dihormati murid dan mahasiswanya, malas belajar, budaya instan, dan dekadensi moral lainnya. Budaya membaca, etos riset, dan moralitas kebajikan jauh dari standar kemajuan dunia pendidikan Barat, apalagi dibandingkan budaya ilmiah dan moralitas pada masa keemasan Islam.

Momentum Puasa Ramadan
Karena itu, seluruh umat Islam Indonesia harus menjadikan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi virus korona ini sebagai momentum untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Iman dan takwa yang istikamah (sepanjang masa) dan tidak hanya membuahkan kesalehan individual (rajin ibadah mahdhah), tetapi juga memancarkan kesalehan sosial berupa etos kerja unggul, akhlak mulia, dan semangat berbagi untuk mewujudkan Indonesia maju, adil-makmur, damai, dan berdaulat.

Untuk itu, selain salat wajib dan zakat, kita harus meningkatkan kuantitas dan kualitas amalan sunah, mulai salat tarawih, tahajud, tadarus dan tadabur Alquran, berzikir, bersedekah, sampai memberi makanan berbuka puasa kepada yang membutuhkan. Terpenting, kita niatkan ibadah puasa kita semata-mata hanya karena iman dan ikhlas kepada Allah SWT. Jangan pernah goyah iman kita dan tergoda untuk berbuat maksiat gara-gara menyaksikan banyak pendosa, bahkan melawan Allah SWT, tetapi kehidupan dunianya sangat sukses, jabatannya tinggi, hartanya melimpah, serta sangat populer dan dikagumi publik.

Faktanya, banyak orang yang sukses lahiriah (duniawi), tetapi jiwanya kering kerontang, gelisah, tidak pernah puas dengan yang dimiliknya, dan hidupnya penuh tekanan. Istri atau suaminya selingkuh, anak-anaknya berandalan, kecanduan narkoba, dan penderitaan batin lainnya. Kalaupun kehidupan dunianya tampak senang dan selamat (istijraj),kalau tidak sempat melakukan taubatan nasuha ketika ajal menjemputnya, di akhirat dia akan menjadi penghuni neraka.

Akhirnya, di bumi Pancasila ini para pemimpin bangsa dan elite politik harus menciptakan ekosistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang kondusif untuk penduduk negeri ini beriman dan bertakwa menurut agamanya masing-masing. Lebih dari itu, antarumat beragama harus saling menghormati dan hidup harmonis. Dengan demikian, Indonesia yang maju, adil-makmur, damai, dan berdaulat insya Allah akan segera terwujud, paling lama 2045.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved