Kabar Baik Insentif Automotif

Minggu, 14 Februari 2021 - 06:37 WIB
loading...
Kabar Baik Insentif...
Kabar Baik Insentif Automotif
A A A
Kalangan industri automotif yang menjadi salah satu andalan sektor manufaktur Tanah Air bisa jadi kini sedang semringah. Pasalnya, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat dampak Covid-19, pemerintah menggelontorkan insentif fiskal berupa penurunan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor.

Relaksasi PPnBM ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan efek lebih besar yang bisa mengungkit perekonomian secara umum. Maklum, industri automotif ini adalah salah sektor yang dalam operasionalnya menyerap banyak tenaga kerja berikut industri turunannya.

Stimulus pemerintah terhadap sektor automotif yang diumumkan pekan lalu dalam bentuk tiga tahap. Tahap pertama berupa insentif PPnBM 100% dari tarif, tahap kedua insentif PPnBM 50% dari tarif, dan tahap ketiga insentif PPnBM 25% dari tarif.

Pemberian insentif ini akan dimulai pada Maret 2021 dan akan berlaku selama sembilan bulan ke depan. Setiap tahapnya, insentif tersebut berlangsung selama tiga bulan. Secara teknis, kebijakan insentif penurunan tarif PPnBM berupa diskon pajak itu berlaku untuk mobil segmen di bawah 1.500 cc kategori sedan dan berpenggerak 4x2.

Besaran insentif ini juga akan dievaluasi setiap tiga bulan. Adapun instrumen kebijakannya akan menggunakan PPnBM DTP (pajak ditanggung pemerintah) melalui revisi peraturan menteri keuangan (PMK) yang ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki tingkat pembelian di pasar lokal di atas 70%. Menkeu menegaskan bahwa diskon pajak tersebut dimaksudkan agar memberikan dampak optimal terhadap perekonomian.

Pemberian diskon ke sektor automotif sesungguhnya bukan hal asing dilakukan pemerintah. Kebijakan serupa juga diterapkan sejumlah negara lain, bahkan ada yang memberlakukan pengurangan pajak penjualan 100% untuk kendaraan completely knock down atau CKD (mobil yang dirakit di dalam negeri) dan potongan hingga 50% untuk completely buit up atau CBU (mobil yang dirakit di negara asalnya). Kedua strategi ini dilakukan oleh Negeri Jiran Malaysia.

Pulihnya produksi dan penjualan industri automotif menjadi harapan besar dari pemerintah di masa pemulihan akibat dampak pandemi. Maklum, sektor ini memiliki keterkaitan dengan industri lain sebagai industri pendukung. Antara lain, industri bahan baku berkontribusi yang porsinya mencapai 59%.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Sita Dokumen Proyek...
KPK Sita Dokumen Proyek dalam Penggeledahan 3 Kantor Pemerintahan di Muna
Mantan Dirjen Kemendagri...
Mantan Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin
KPK Jebloskan Adik Bupati...
KPK Jebloskan Adik Bupati Muna ke Penjara
KPK Panggil Kepala BPBD...
KPK Panggil Kepala BPBD Muna terkait Suap Dana PEN 2021
KPK Tetapkan Adik Bupati...
KPK Tetapkan Adik Bupati Muna sebagai Tersangka Baru Korupsi Dana PEN
Antisipasi Perkembangan...
Antisipasi Perkembangan Covid-19, Pemerintah Siapkan 3 Tiga Langkah Ini
Jokowi Selalu Minta...
Jokowi Selalu Minta Angka untuk Membuktikan Perbaikan Ekonomi
UMKM dan IKM Jadi Motor...
UMKM dan IKM Jadi Motor Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Percepat Dukungan Penguatan Usaha Kecil
Realisasi Anggaran PEN...
Realisasi Anggaran PEN Capai Rp95,13 Triliun, Ini Rinciannya
Rekomendasi
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved