Istana Harus Jamin Kritik Masyarakat Tak Berbalas Bui dan Perundungan
Kamis, 11 Februari 2021 - 08:18 WIB
loading...
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung diingatkan bahwa Istana harus menjamin kritik masyarakat tidak berujung bui atau perundungan. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sikap Istana yang meminta agar masyarakat aktif memberikan masukan dan kritik terhadap pelayanan publik harus diapresiasi sebagai sikap yang sehat dalam demokrasi. Terlebih, pemerintah sebagaimana disampaikan Seskab Pramono Anung berharap publik bisa memberikan kritik yang pedas dan keras.
"Baiknya dibuktikan dan dijamin terlebih dahulu oleh pemerintah bahwa kritik terhadap pemerintah tidak berbalas bui dan bully (perundungan)," kata mantan aktivis 98, Ray Rangkuti saat dihubungi SINDOnews, Kamis (11/2/2021).
"Khususnya terhadap Pak Pramono Anung, perlu diperlihatkan apa sikap beliau terhadap kasus yang menimpa dua rekan dan sahabat aktivisnya: Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Syahganda dan Jumhur adalah salah satu dari ikon aktivis Indonesia," imbuhnya.
Baca juga: Pemerintah Minta Dikritik Bisa Jadi Bermakna Jebakan
Ray menganggap, penahanan mereka jelas berimplikasi langsung pada keberanian warga untuk menyatakan pendapat. Ditambah dengan kenyataan bahwa rekan-rekan aktivis mereka sebelumnya, yang peduli pada kebebasan dan hak bersuara warga, khususnya sekarang yang sedang berkuasa seperti Pramono dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman, sama sekali tidak bereaksi apapun.
"Baiknya dibuktikan dan dijamin terlebih dahulu oleh pemerintah bahwa kritik terhadap pemerintah tidak berbalas bui dan bully (perundungan)," kata mantan aktivis 98, Ray Rangkuti saat dihubungi SINDOnews, Kamis (11/2/2021).
"Khususnya terhadap Pak Pramono Anung, perlu diperlihatkan apa sikap beliau terhadap kasus yang menimpa dua rekan dan sahabat aktivisnya: Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Syahganda dan Jumhur adalah salah satu dari ikon aktivis Indonesia," imbuhnya.
Baca juga: Pemerintah Minta Dikritik Bisa Jadi Bermakna Jebakan
Ray menganggap, penahanan mereka jelas berimplikasi langsung pada keberanian warga untuk menyatakan pendapat. Ditambah dengan kenyataan bahwa rekan-rekan aktivis mereka sebelumnya, yang peduli pada kebebasan dan hak bersuara warga, khususnya sekarang yang sedang berkuasa seperti Pramono dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman, sama sekali tidak bereaksi apapun.
Lihat Juga :