Masyarakat Harus Bijak Dalam Menggunakan Sosial Media
Selasa, 09 Februari 2021 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
PM Muhyiddin bahkan menyebut hubungan dengan Indonesia sebagai hubungan yang strategis dan ini menunjukkan bahwa Malaysia mendukung kepemimpinan Indonesia di tingkat kawasan. Lebih lanjut, Pemerintah Malaysia juga menghormati janji dalam hubungan kedua negara - bahwa ketika ada kepemimpinan baru di Indonesia atau Malaysia, kunjungan luar negeri pertama akan dilakukan ke negara masing-masing.
Apa yang didiskusikan selama pertemuan empat mata di Istana Negara tentunya sangat konstruktif karena kedua pemimpin terlihat tersenyum sepanjang pertemuan hari itu. Saling bertukar pengalaman penanganan Covid-19, perlindungan jutaan TKA Indonesia di Malaysia, kerja sama penanggulangan diskriminasi sawit, dan masalah perbatasan, menjadi isu utama yang dibicarakan kedua pemimpin tersebut.
Hal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi koordinasi dan kepemimpinan yang lebih baik antara kedua negara dalam memperjuangkan agenda bersama di platform internasional seperti ASEAN. Namun, terlepas dari kesuksesan besar dari kunjungan bilateral tersebut, terdapat satu insiden yang meninggalkan bekas hitam kecil pada perjalanan singkat ini.
Warga pengguna internet (warganet) Malaysia atau yang biasa disebut netizen, sempat meninggalkan komentar tak sedap di akun media sosial Istana Negara dan Presiden Jokowi untuk ’’menyerang’’ PM Muhyiddin. Politik domestik seharusnya dibiarkan di ruang domestik dan tindakan para warganet Malaysia melukiskan gambaran buruk tentang sikap dan perilaku tak terpuji beberapa warga Malaysia.
Meskipun media sosial terbuka untuk semua, menyalahgunakan akun media sosial pemimpin negara lain dengan "jahil" memang tindakan memalukan dan berdampak buruk pada citra warga Malaysia. Semoga para warga Malaysia yang tidak puas ini belajar menyimpan kata-kata kasar terkait politik domestik di dalam negeri saja dan tidak mengekspornya ke luar negeri.
Secara keseluruhan, Presiden Jokowi mampu menunjukkan bahwa terlepas dari semua tantangan dengan pandemi Covid-19, Indonesia adalah negara yang dihormati di ASEAN dan pada akhirnya, tidak ada yang lebih menyejukkan daripada dukungan dari negara tetangga terdekat dan tercinta, Malaysia.
Apa yang didiskusikan selama pertemuan empat mata di Istana Negara tentunya sangat konstruktif karena kedua pemimpin terlihat tersenyum sepanjang pertemuan hari itu. Saling bertukar pengalaman penanganan Covid-19, perlindungan jutaan TKA Indonesia di Malaysia, kerja sama penanggulangan diskriminasi sawit, dan masalah perbatasan, menjadi isu utama yang dibicarakan kedua pemimpin tersebut.
Hal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi koordinasi dan kepemimpinan yang lebih baik antara kedua negara dalam memperjuangkan agenda bersama di platform internasional seperti ASEAN. Namun, terlepas dari kesuksesan besar dari kunjungan bilateral tersebut, terdapat satu insiden yang meninggalkan bekas hitam kecil pada perjalanan singkat ini.
Warga pengguna internet (warganet) Malaysia atau yang biasa disebut netizen, sempat meninggalkan komentar tak sedap di akun media sosial Istana Negara dan Presiden Jokowi untuk ’’menyerang’’ PM Muhyiddin. Politik domestik seharusnya dibiarkan di ruang domestik dan tindakan para warganet Malaysia melukiskan gambaran buruk tentang sikap dan perilaku tak terpuji beberapa warga Malaysia.
Meskipun media sosial terbuka untuk semua, menyalahgunakan akun media sosial pemimpin negara lain dengan "jahil" memang tindakan memalukan dan berdampak buruk pada citra warga Malaysia. Semoga para warga Malaysia yang tidak puas ini belajar menyimpan kata-kata kasar terkait politik domestik di dalam negeri saja dan tidak mengekspornya ke luar negeri.
Secara keseluruhan, Presiden Jokowi mampu menunjukkan bahwa terlepas dari semua tantangan dengan pandemi Covid-19, Indonesia adalah negara yang dihormati di ASEAN dan pada akhirnya, tidak ada yang lebih menyejukkan daripada dukungan dari negara tetangga terdekat dan tercinta, Malaysia.
(bmm)
Lihat Juga :