PR Ganda di Musim Korona

Senin, 08 Februari 2021 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Penurunan PDB ini tak lepas dari pendemi Covid-19 yang menerjang mayoritas sektor usaha di Tanah Air. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan sejak April 2020 membuat banyak aktivitas ekonomi berhenti. Imbasnya, masih menurut data BPS, pada Agustus tahun lalu lebih dari 2,56 juta orang terpaksa kehilangan pekerjaan. Adapun total jumlah pekerja yang terdampak pandemi secara keseluruhan mencapai 29,12 juta orang. Karyawan yang terdampak ini termasuk di antaranya yang mendapat pengurangan jam kerja, dan dirumahkan sementara.

Kondisi tersebut mau tidak mau berimbas pada berkurangnya pendapatan, sehingga mereka mengerem konsumsi yang selama ini menjadi andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika dilihat dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada sektor usaha transportasi dan pergudangan sebesar 15,04%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, aktivitas ekspor barang dan jasa terkontraksi paling dalam sebesar 7,70%. Sementara, impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang terkontraksi sebesar 14,71%.

Rendahnya tingkat konsumsi masyarakat ini harus menjadi perhatian utama bagi pemangku kepentingan mengingat sektor ini adalah andalan pertumbuhan. Maklum, selama ini sektor selalu berkontribusi paling besar terhadap PDB dengan persentase mencapai 56% lebih. Perihal pentingnya mendorong konsumsi rumah tangga juga disinggung oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Politikus Partai Golkar itu menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong konsumsi masyarakat melalui berbagai program perlindungan sosial termasuk bantuan sosial.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disediakan pun cukup besar, mencapai Rp148,66 triliun yang akan disalurkan melalui program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta penerima manfaat. Selain itu ada pula bantuan lainnya seperti Kartu Sembako, Prakerja, BLT dana desa, bansos tunai, dan kuota internet serta diskon listrik yang dilanjutkan. Di samping itu, upaya lain yang bisa mendongkrak ekonomi adalah melalui investasi. Sektor ini cukup realistis mengingat sumber-sumber pertumbuhan lain seperti ekspor masih belum ada tanda-tanda perbaikan karena kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Berbagai upaya ini tentu saja menjadi harapan akan kembalinya ekonomi ke jalur pertumbuhan. Meski tidak ringan, namun bukan berarti mustahil apabila dilakukan dengan tepat, dan terarah. Dengan demikian kita berharap dua pekerjaan rumah (PR) yakni membangkitkan ekonomi dan penanganan kesehatan bisa seiring sejalan.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Berperikemanusiaan,...
Tak Berperikemanusiaan, DPR Minta Penimbun Obat Corona Dihukum Maksimal
Kamrussamad Bersama...
Kamrussamad Bersama BI Institute Luncurkan Buku Le’Parle Covidnomics
Apresiasi Kerja Cepat,...
Apresiasi Kerja Cepat, Ketua DPD RI: Tak Boleh Ada Kekerasan saat PPKM
Gotong Royong Dinilai...
Gotong Royong Dinilai Jadi Kunci Menangkan Pertempuran Lawan Corona
Mulai Tangani Pasien...
Mulai Tangani Pasien Covid-19, 25 Tenda Berdiri di Lapangan Parkir RSPAD Gatot Soebroto
Atasi Lonjakan Corona,...
Atasi Lonjakan Corona, Instalasi RSPAD Gatot Soebroto Mulai Beroperasi
Hadirkan Inovasi Kesehatan,...
Hadirkan Inovasi Kesehatan, Ini Bentuk Dukungan KF untuk Bangkit dari Pandemi Covid-19
Gambarkan Ganasnya Covid,...
Gambarkan Ganasnya Covid, Sri Mulyani: Bisa Berubah seperti Film Mutan
Sri Mulyani Bandingkan...
Sri Mulyani Bandingkan Efek Dahsyat Bom Bali dengan Ledakan Corona ke Sektor Pariwisata
Rekomendasi
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Berita Terkini
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved