PR Ganda di Musim Korona
Senin, 08 Februari 2021 - 06:01 WIB
loading...
PR Ganda di Musim Korona
A
A
A
Memasuki bulan kesebelas pandemi virus korona di Tanah Air, jumlah kasus positif Covid-19 belum juga berkurang. Segala upaya pencegahan yang dirancang pemerintah sejak Maret tahun lalu belum cukup ampuh meredam penyebaran virus asal China itu.
Hingga kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus positif harian sebanyak 10.827 orang, sehingga secara akumulasi menjadi 1.157.837 orang. Adapun jumlah orang yang meninggal dunia karena Covid-19 bertambah 163 orang dan secara akumulasi sebanyak 31.556 orang. Sementara jumlah yang sembuh bertambah 10.806 orang sehingga total mencapai 949.990 orang.
Penambahan jumlah kasus positif Covid dari hari ke hari pantas dikhawatirkan. Pasalnya, segala bentuk kebijakan yang dibuat pemerintah baik di pusat maupun di daerah ternyata tak membuat pandemi segera berakhir. Terbaru, kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang sudah memasuki pekan ketiga juga ternyata tak cukup bertaji. Pengetatan PPKM yang disasar hingga ke level RT/RW pun belum jelas implementasinya. Padahal, kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), level lingkungan terkecil yakni RT/RT menjadi kunci pengendalian pandemi.
Beberapa indikasi yang membuat PPKM tidak efektif antara lain masih tingginya mobilitas masyarakat, terus bertambahnya kasus positif Covid, lemahnya penerapan protokol kesehatan terutama di sektor informal akibat kurang tegasnya menegakkan disiplin.
Masih tingginya tingkat penularan Covid terasa kian berat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (5/2) lalu merilis data laju pertumbuhan ekonomi 2020 mengalami kontraksi alias minus 2,07%. Minusnya pergerakan ekonomi tahun lalu memang tidak begitu mengejutkan. Tanda-tanda pelemahan aktivitas ekonomi sudah terlihat sejak kuartal II/2020 di mana pertumbuhan ekonomi minus 5,32%, lalu di kuartal III minus 3,49% dan kuartal IV minus 2,19 secara year on year (yoy).
Secara umum berdasarkan data BPS, produk domestik bruto (PDB) yang menggambarkan nilai ekonomi Indonesia pada 2020 mencapai Rp15.434,2 trilin. Adapun jika dilihat PDB per kapita per tahun mencapai Rp56,9 juta atau setara dengan USD3.911,7. Angka PDB per kapita ini lebih rendah Rp2,2 juta dibanding tahun 2019 yakni Rp59,1 juta.
Hingga kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus positif harian sebanyak 10.827 orang, sehingga secara akumulasi menjadi 1.157.837 orang. Adapun jumlah orang yang meninggal dunia karena Covid-19 bertambah 163 orang dan secara akumulasi sebanyak 31.556 orang. Sementara jumlah yang sembuh bertambah 10.806 orang sehingga total mencapai 949.990 orang.
Penambahan jumlah kasus positif Covid dari hari ke hari pantas dikhawatirkan. Pasalnya, segala bentuk kebijakan yang dibuat pemerintah baik di pusat maupun di daerah ternyata tak membuat pandemi segera berakhir. Terbaru, kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang sudah memasuki pekan ketiga juga ternyata tak cukup bertaji. Pengetatan PPKM yang disasar hingga ke level RT/RW pun belum jelas implementasinya. Padahal, kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), level lingkungan terkecil yakni RT/RT menjadi kunci pengendalian pandemi.
Beberapa indikasi yang membuat PPKM tidak efektif antara lain masih tingginya mobilitas masyarakat, terus bertambahnya kasus positif Covid, lemahnya penerapan protokol kesehatan terutama di sektor informal akibat kurang tegasnya menegakkan disiplin.
Masih tingginya tingkat penularan Covid terasa kian berat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (5/2) lalu merilis data laju pertumbuhan ekonomi 2020 mengalami kontraksi alias minus 2,07%. Minusnya pergerakan ekonomi tahun lalu memang tidak begitu mengejutkan. Tanda-tanda pelemahan aktivitas ekonomi sudah terlihat sejak kuartal II/2020 di mana pertumbuhan ekonomi minus 5,32%, lalu di kuartal III minus 3,49% dan kuartal IV minus 2,19 secara year on year (yoy).
Secara umum berdasarkan data BPS, produk domestik bruto (PDB) yang menggambarkan nilai ekonomi Indonesia pada 2020 mencapai Rp15.434,2 trilin. Adapun jika dilihat PDB per kapita per tahun mencapai Rp56,9 juta atau setara dengan USD3.911,7. Angka PDB per kapita ini lebih rendah Rp2,2 juta dibanding tahun 2019 yakni Rp59,1 juta.
Lihat Juga :