Survei New Indonesia: Elektabilitas PDIP Anjlok, Dua Partai Ini Malah Naik

Minggu, 07 Februari 2021 - 16:02 WIB
loading...
Survei New Indonesia:...
Hasil survei New Indonesia menyebutkan elektabilitas PDIP Anjlok menjadi 23,1%. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dalam kurun waktu empat bulan, elektabilitas partai politik bergerak dinamis. PDI Perjuangan masih tetap unggul, tetapi elektabilitasnya anjlok. Sebaliknya dengan Demokrat yang elektabilitasnya melesat. Dua parpol yaitu PKS dan PSI mengalami kenaikan elektabilitas.

“Elektabilitas Demokrat melesat, PDIP anjlok, sedangkan PKS dan PSI naik elektabilitasnya,” ujar Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono dalam siaran pers di Jakarta, pada Minggu (7/2/2021). Baca juga: PDIP Lakukan Rotasi di DPR, Dua Politisi Ini Tak Lagi Jadi Pimpinan AKD

Elektabilitas PDIP sebelumnya naik dari 29,3% pada survei Juni 2020 menjadi 31,4% pada survei Oktober 2020. Tetapi pada survei terakhir, elektabilitasnya merosot hingga 23,1%. Sementara itu, Demokrat sebelumnya turun dari 3,8% pada Juni 2020 menjadi 3,2% pada survey Oktober 2020. Pada survei terakhir, elektabilitasnya meroket menjadi 8,2%, membuat posisi Demokrat berada di empat besar. “Pengungkapan kasus korupsi bantuan sosial penanganan Covid-19 yang melibatkan menteri dan sejumlah politisi asal PDIP membuat citra parpol penguasa ini melorot tajam,” Andreas menjelaskan. Baca juga: UU Pemilu Tak Direvisi, PDIP Diuntungkan karena Bisa Usung Capres Sendiri

Parpol-parpol oposisi, khususnya Demokrat, cukup berhasil memanfaatkan kemerosotan dukungan terhadap PDIP. “Naiknya isu kudeta terhadap kepemimpinan Demokrat bisa jadi upaya untuk terus mendulang elektabilitas,” kata Andreas. Di sisi lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) naik dari 5,5% pada Juni 2020 menjadi 6,1% Oktober 2020 dan terakhir 7,7%. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) naik dari 4,2% pada Juni 2020 menjadi 4,6% Oktober 2020 dan terakhir 4,8%. Baca juga: Gerindra Mirip dengan PDIP, Diyakini Aman dari Isu Kudeta

Parpol-parpol lain cenderung stabil atau turun, misalnya Gerindra dan Golkar. Gerindra berada pada posisi dua besar dari 12,5% kemudian 12,3% dan 12,6%, sedangkan Golkar menyusul di tiga besar dari 9,7%, 8,8% dan 9,1%. Lalu ada PKB dari 6,8% kemudian 6,7% kini menjadi 6,4%, Nasdem dari 4,1% menjadi 3,7% dan kini 3,5%. Sedangkan, PPP dari 2,4% turun menjadi 1,9% dan kini menjadi 2,0%. Sementara PAN dari 1,6% turun menjadi 1,3% dan kini 1,0%. “Yang mengejutkan, Partai Ummat yaitu parpol baru besutan Amien Rais dengan elektabilitas 1,1%, atau 0,1%di atas PAN, berhasil menggerus basis suara PAN,” lanjut Andreas.
Baca juga : Lelah Bertahan, Indonesia Akan Pakai Strategi Menyerang Hadapi Kampanye Hitam Sawit

Parpol-parpol lainnya hanya mampu meraih elektabilitas di bawah 1 persen. Di antaranya, Hanura dari 0,3% kemudian 0,2% dan kini 0,2%, dan Partai Berkarya dari 0,3% kemudian turun menjadi 0,1% dan saat ini 0,2%. Parpol baru lain yang mulai mendapatkan dukungan adalah Gelora sebesar 0,1%. Sisanya tidak meraih dukungan, yaitu PBB, PKPI, Garuda, dan parpol baru Masyumi Reborn. Masih ada yang tidak tahu/tidak jawab sebesar 19,6%. Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 20-31 Januari 2021, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95%.
Baca juga : Mengapa Militer Rebut Kekuasan di Myanmar? Ini Pendapat Para Pakar
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harlah ke-28, PKB Canangkan...
Harlah ke-28, PKB Canangkan Gerakan Tanam Sejuta Pohon Nasional
Kelakar Bahlil di Hadapan...
Kelakar Bahlil di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Rekomendasi
Spanyol Tantang Prancis...
Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved