Mengenang 98 Tahun Ibu Negara Fatmawati, Penjahit sang Saka Merah Putih
Jum'at, 05 Februari 2021 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Menjadi istri dari seorang Presiden di zaman itu bukanlah perkara mudah. Pasalnya, setelah Indonesia menyatakan diri merdeka, gelombang serangan kembali datang. Belanda yang diboncengi tentara Sekutu mencoba masuk menancapkan kembali kakinya di atas tanah Bumi Pertiwi.
Atas peristiwa itu tak ayal, Fatmawati harus rela berpindah-pindah tempat dan berpisah dari Soekarno untuk menghindari kejaran Belanda.
Baca juga: Semangat Bung Karno Harus Jadi Spirit Bangun Papua
"Dalam keadaan begitu aku berusaha mengatur suasana kekeluargaan seberapa dapat, di samping mengurus dan memperhatikan kepentingan keluarga besar," kenang Fatmawati dalam memoarnya "Fatmawati dalam Catatan Kecil Bersama Bung Karno" (1985, hlm. 130-131).
Atas peristiwa itu tak ayal, Fatmawati harus rela berpindah-pindah tempat dan berpisah dari Soekarno untuk menghindari kejaran Belanda.
Baca juga: Semangat Bung Karno Harus Jadi Spirit Bangun Papua
"Dalam keadaan begitu aku berusaha mengatur suasana kekeluargaan seberapa dapat, di samping mengurus dan memperhatikan kepentingan keluarga besar," kenang Fatmawati dalam memoarnya "Fatmawati dalam Catatan Kecil Bersama Bung Karno" (1985, hlm. 130-131).
(abd)
Lihat Juga :