Semangat Bung Karno Harus Jadi Spirit Bangun Papua

Selasa, 26 Januari 2021 - 17:19 WIB
Semangat Bung Karno Harus Jadi Spirit Bangun Papua
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Permasalahan di Papua masih terus berlangsung hingga saat ini. Keinginan memerdekakan diri terus digelorakan oleh segelintir orang di Bumi Cendrawasih itu.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah menyarankan para pengambil kebijakan terhadap Papua harus menjadikan semangat Soekarno atau Bung Karno sebagai ruh dalam merumuskan pendekatan pembangunan Papua.

Spirit Presiden pertama Indonesia ini dinilainya sangat relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tanah mutiara hitam sekarang ini.

"Saya kira, Presiden Jokowi memiliki momentum yang tepat untuk menata kembali pembangunan Papua ke depan. Kesempatan ini kita harapkan menjadi titik balik pembangunan Papua menuju pembangunan yang berbasis SDM, budaya dan lingkungan hidup," tutur Said dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/1/2021).



Said berharap seluruh pihak yang terlibat dalam merancang pembangunan Papua dengan pendekatan baru. Harus menyadari sepenuhnya tentang keunikan dan kekhasan Papua yang harus tetap terjaga dengan baik.

"Pembangunan yang tetap menjadikan Papua sebagai bagian tubuh dari NKRI sampai kapan pun, sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Bung Karno," tuturnya.

Bung Karno, kata Said, berusaha keras merebut Papua dari cengkraman Belanda. Tekad Bung Karno tersebut harus menjadi ruh dan semangat pembangunan Papua saat ini.

Bahkan Soekarno dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia berpendapat Papua sebagai bagian dari tubuh Indonesia.

"Apakah seseorang akan membiarkan salah satu anggota tubuhnya diamputasi tanpa melakukan perlawanan? Apakah seseorang tidak akan berteriak kesakitan, apabila ujung jarinya dipotong?" ucap Bung Karno seperti dikutip Said.Baca juga: Dana Otonomi Khusus Papua Bakal Diperpanjang 20 Tahun Lagi, Besarannya Juga Naik
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1605 seconds (10.177#12.26)