Pesantren dan Boarding School Solusi Pendidikan saat Pandemi

Jum'at, 05 Februari 2021 - 11:33 WIB
loading...
A A A
Kelemahan pendidikan daring adalah pembentukan karakter dan akhlak. Sistem daring membuat guru mengalami kesulitan dalam mendidikan, membentuk dan mengawasi siswa. Padahal tujuan pendidikan nasional itu bukan hanya pelajaran akademik saja namun juga akhlak mulia. Ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa tujuan Pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Namun, tidak semua pendidikan terhenti, ada sekolah yang bisa berjalan, yaitu sekolah berasrama "boarding" seperti pesantren dan sekolah umum yang berbasis pendidikan karakter (akhlak mulia) atau yang dikenal dengan “boarding school”. Di era pandemi pesantren dan “boarding school” masih tetap berjalan .

Di beberapa tempat sekolah berasrama dan pesantren tetap bisa menjalankan pendidikan di saat pandemi. Ini karena sekolah berasrama berada dalam satu kawasan yang mudah di awasi dan tidak bercampur dengan dunia luar. Guru juga tinggal dalam satu kawasan sekolah sehingga mereka sangat mudah “dikarantina” dan bila ada yang terkena sangat mudah terdeteksi.

Di sekolah berasrama dan pesantren pendidikan bisa berjalan sebagaimana biasa. Mereka belajar dari pagi hingga malam serta program-program yang membentuk karakter dan akhlak mulia.

Tentu saja ke depan generasi pesantren dan sekolah berasrama ke depan di prediksi akan unggul di bandingkan sekolah umum biasa bila sekolah umum, khususnya milik pemerintah tidak progresif dan inovatif dalam mendesain pembelajaran di saat pandemi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
FPBS UPI Gelar Lokakarya...
FPBS UPI Gelar Lokakarya Puisi dan Bedah Buku Sonata Senja, Dorong Mahasiswa Aktif Menulis
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
Berita Terkini
Madam Halimah Yacob...
Madam Halimah Yacob Membuka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved