Memampukan Rumah Sakit dan Nakes Merawat Pasien Covid-19
Senin, 01 Februari 2021 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Namun, peningkatan kapasitas itu belum tentu memampukan rumah sakit efektif melayani pasien yang per harinya bertambah belasan ribu kasus baru. Soalnya, tambahan ruang dan tempat saja tidak cukup karena setiap rumah sakit tentu saja harus menyiapkan Nakes yang mau merawat pasien Covid-19. Persoalan bagi banyak manajemen rumah sakit swasta menjadi makin rumit karena pembayaran atas pekerjaan mereka merawat pasien Covid-19 belum juga cair dari pemerintah.
Masyarakat tidak boleh mengganggap remeh fakta ini. Setiap orang tentu bisa membuat asumsi sendiri-sendiri ketika melihat fakta tentang rumah sakit yang kewalahan karena antrian panjang para pasien. Demikian seriusnya persoalan ini sehingga Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro Adi Purjanto mengimbau semua pihak untuk peduli dan prihatin terhadap kondisi rumah sakit saat ini. ‘’Masyarakat, kasihanilah kami. Rumah sakit itu bagian belakang, bemper yang paling akhir. Bukan garda terdepan," kata Kuntjoro dalam sebuah Diskusi Publik baru-baru ini. Dia ingatkan, rumah sakit merupakan jalan terakhir yang menanggulangi pasien Covid-19.
Hingga Sabtu (30/1/2019) pekan lalu, perkembangan pandemi Covid-19 di dalam negeri masih saja memprihatinkan kendati sudah 490.000 Nakes menerima vaksinasi. Dengan tambahan 14.518 kasus baru pada hari itu, akumulasinya menjadi 1.066.313 kasus Covid-19 di Indonesia. Total pasien yang sembuh tercatat 862.502, dengan jumlah kematian 29.728. Data-data ini setidaknya menjelaskan dua aspek yang perlu digarisbawahi semua orang.
Pertama, tambahan kasus baru yang mencapai belasan ribu per hari nya menjelaskan bahwa penularan Covid-19 masih sulit dikendalikan. Kedua, jumlah pasien yang sudah melampaui satu juta kasus itu dengan sendirinya menggambarkan beratnya beban kerja semua rumah sakit yang menjadi rujukan. Konsekuensi dari jumlah kasus yang terus bertambah adalah meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit. Tidak hanya fasilitas ruangan dan tempat tidur, tetapi juga tambahan Nakes.
Berpijak pada fakta dan semua kecenderungan tadi, setiap individu dan keluarga hendaknya makin peduli akan pentingnya melindungi diri sendiri maupun anggota keluarga dari ancaman terpapar Covid-19. Grafik tentang jumlah kasus terus menanjak kendati pembatasan sosial semakin diperketat. Dengan terus bertambahnya jumlah kasus baru, sangat sulit untuk memprediksi puncak pandemi Covid-19 di dalam negeri.
Betul bahwa lebih banyak pasien Covid-19 yang sembuh. Namun data tentang pasien sembuh itu jangan sampai mendorong siapa pun meremehkan ancaman Covid-19. Ketika ada anggota keluarga terpapar Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit, situasi di rumah sakit mungkin tidak nyaman lagi buat pasien. Dan, bukan tidak mungkin si pasien juga harus menunggu dan antri untuk mendapatkan layanan medis. Ketika menunggu dan antri, si pasien menghadapi risiko yang tidak kecil.
Masyarakat tidak boleh mengganggap remeh fakta ini. Setiap orang tentu bisa membuat asumsi sendiri-sendiri ketika melihat fakta tentang rumah sakit yang kewalahan karena antrian panjang para pasien. Demikian seriusnya persoalan ini sehingga Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro Adi Purjanto mengimbau semua pihak untuk peduli dan prihatin terhadap kondisi rumah sakit saat ini. ‘’Masyarakat, kasihanilah kami. Rumah sakit itu bagian belakang, bemper yang paling akhir. Bukan garda terdepan," kata Kuntjoro dalam sebuah Diskusi Publik baru-baru ini. Dia ingatkan, rumah sakit merupakan jalan terakhir yang menanggulangi pasien Covid-19.
Hingga Sabtu (30/1/2019) pekan lalu, perkembangan pandemi Covid-19 di dalam negeri masih saja memprihatinkan kendati sudah 490.000 Nakes menerima vaksinasi. Dengan tambahan 14.518 kasus baru pada hari itu, akumulasinya menjadi 1.066.313 kasus Covid-19 di Indonesia. Total pasien yang sembuh tercatat 862.502, dengan jumlah kematian 29.728. Data-data ini setidaknya menjelaskan dua aspek yang perlu digarisbawahi semua orang.
Pertama, tambahan kasus baru yang mencapai belasan ribu per hari nya menjelaskan bahwa penularan Covid-19 masih sulit dikendalikan. Kedua, jumlah pasien yang sudah melampaui satu juta kasus itu dengan sendirinya menggambarkan beratnya beban kerja semua rumah sakit yang menjadi rujukan. Konsekuensi dari jumlah kasus yang terus bertambah adalah meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit. Tidak hanya fasilitas ruangan dan tempat tidur, tetapi juga tambahan Nakes.
Berpijak pada fakta dan semua kecenderungan tadi, setiap individu dan keluarga hendaknya makin peduli akan pentingnya melindungi diri sendiri maupun anggota keluarga dari ancaman terpapar Covid-19. Grafik tentang jumlah kasus terus menanjak kendati pembatasan sosial semakin diperketat. Dengan terus bertambahnya jumlah kasus baru, sangat sulit untuk memprediksi puncak pandemi Covid-19 di dalam negeri.
Betul bahwa lebih banyak pasien Covid-19 yang sembuh. Namun data tentang pasien sembuh itu jangan sampai mendorong siapa pun meremehkan ancaman Covid-19. Ketika ada anggota keluarga terpapar Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit, situasi di rumah sakit mungkin tidak nyaman lagi buat pasien. Dan, bukan tidak mungkin si pasien juga harus menunggu dan antri untuk mendapatkan layanan medis. Ketika menunggu dan antri, si pasien menghadapi risiko yang tidak kecil.
Lihat Juga :