Lembaga Penyiaran dan Jurnalis perlu Insentif dari Pemerintah

Sabtu, 16 Mei 2020 - 08:53 WIB
loading...
Lembaga Penyiaran dan...
Ketua KPI Agus Suprio. Foto/kpi.go.id
A A A
Agung Suprio
Ketua KPI

Webinar IJTI tentang Optimisme Jurnalis di Era Covid 19. Salah satu pembicara di webinar ini adalah Menkominfo yang diikuti oleh 400 an peserta dari seluruh Indonesia. Dan satunya lagi adalah saya.

Saya memulai dari dua hal: (1) Pernyataan WHO yang mengatakan bahwa virus Covid-19 tidak akan pernah hilang penduduk bumi harus hidup dengannya. (2) negara Vietnam yang sukses dalam menangani Covid-19 karena sampai tulisan ini dibuat belum ada satu pun warga Vietnam yang wafat oleh Covid-19.

Pernyataan WHO mengajak Kita untuk hidup sesuai protokol Covid-19: sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, pysichal distancing, dan seterusnya yang sering Kita lakukan pada era Covid-19 menjadi kebiasaan baru untuk seterusnya (dan mungkin selamanya) yang akan disebut dengan the new normal.

Sementara itu, Vietnam yang sukses karena warganya displin menerapkan protokol Covid-19 dalam kehidupan sehari2. Artinya kita memang tidak punya pilihan lain selain berdamai dengan Covid-19 namun tanpa adanya korban jiwa seperti di Vietnam. Mampukah?

Menjawab itu dengan membandingkan Vietnam maka peran Lembaga Penyiaran (LP) dan Jurnalis menjadi maha penting, sebagaimana di Vietnam, propaganda penerapan protokol Covid-19 dilakukan massif lewat LP dan Jurnalis memberitakan peristiwa di lapangan di akhiri narasi optimisme bahwa wabah akan teratasi jika warga disiplin.

Di Indonesia, mau tidak mau propaganda penerapan protokol Covid-19 harus dilakukan oleh LP dan para jurnalis sehingga nantinya warga akan patuh, disiplin, dan menjadi kebiasaan baru. Di sini pemerintah harus memberikan insentif kepada LP dan para jurnalis.

Perlu diketahui bahwa sekalipun rating penonton tinggi disebabkan WFH, tidak serta merta diikuti dengan tingginya pemasangan iklan. Hal itu disebabkan industri pada umumnya mengalami stagnasi yang luar biasa -- untuk tidak mengatakan mundur atau krisis -- sehingga mereka memangkas anggaran belanja iklan. Jika kondisi ini terus berlangsung maka LP akan membuat pilihan yang paling mudah dan rasional yakni mengurangi karyawan yang sebagian di antaranya adalah para jurnalis.

Di negara2 lain pun insentif dari pemerintah dilakukan. Kanada, umpamanya berkomitmen untuk membantu 600 juta USD kepada Industri media. Denmark, Finlandia, Portugal, Jerman, dan India memberikan insentif kepada Jurnalis untuk membuat liputan tentang Covid-19. Kita memang tahu bahwa pemerintah pun saat ini sedang kesulitan anggaran. Oleh karenanya, jika pun tidak Ada insentif, maka beban listrik, pajak kepada LP dapat ditinjau ulang atau pun BPJS tidak perlu dibebankan kepada Jurnalis dalam era Covid-19 ini.

Di saat yang sama, dapat digagas penarikan pajak yang maksimal dari media baru (platform digital) -- seperti Facebook dan YouTube karena selama ini mereka mendapatkan konten dari jurnalis dan LP, dan media baru menikmati keuntungan yang tidak sedikit -- yang diperuntukan untuk jurnalis dan Lembaga penyiaran.

Demikian pendapat Saya dalam webinar ini.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Komisioner KPI Tegaskan...
Komisioner KPI Tegaskan Media Penyiaran Wujudkan Keadilan Bagi Perempuan
Rekomendasi
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved