BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Senin, 15 Juni 2026 - 22:12 WIB
loading...
BGN akan mengevaluasi besaran uang insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp 6 juta per hari. Uang insentif akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dikelola SPPG. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Gizi Nasional ( BGN ) akan mengevaluasi besaran uang insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp 6 juta per hari. Uang insentif akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dikelola SPPG.
"Kami harapkan nanti insentifnya enggak fix Rp6 juta semua. Kan sekarang kan diubahlah oleh yang dulu ya, bahwa penerima manfaatnya 1.500 pun insentifnya Rp6 juta, 500 pun Rp6 juta, kan yang dulu begitu," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Arumsari menjelaskan, skema yang berlaku saat ini dinilai kurang mencerminkan kondisi di lapangan. Sebab, SPPG yang melayani 1.500 penerima manfaat maupun yang hanya melayani 500 penerima manfaat tetap memperoleh insentif yang sama.
Baca Juga: BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Menurut dia, setelah jumlah penerima manfaat di setiap wilayah terverifikasi, pihaknya akan melakukan penataan ulang, termasuk kemungkinan menggabungkan beberapa SPPG yang dinilai belum optimal.
"Kami harapkan nanti insentifnya enggak fix Rp6 juta semua. Kan sekarang kan diubahlah oleh yang dulu ya, bahwa penerima manfaatnya 1.500 pun insentifnya Rp6 juta, 500 pun Rp6 juta, kan yang dulu begitu," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Arumsari menjelaskan, skema yang berlaku saat ini dinilai kurang mencerminkan kondisi di lapangan. Sebab, SPPG yang melayani 1.500 penerima manfaat maupun yang hanya melayani 500 penerima manfaat tetap memperoleh insentif yang sama.
Baca Juga: BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Menurut dia, setelah jumlah penerima manfaat di setiap wilayah terverifikasi, pihaknya akan melakukan penataan ulang, termasuk kemungkinan menggabungkan beberapa SPPG yang dinilai belum optimal.
Lihat Juga :