Pensiun dari Polri, Idham Azis Layak Jadi Duta Besar
Senin, 25 Januari 2021 - 13:05 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Jenderal Idham Azis bakal menyerahkan tongkat kepemimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo. Setelah tak lagi menjabat Kapolri, Idham Azis dinilai cocok menjadi duta besar (dubes).
Baca juga : Beragam Bencana Landa Indonesia di Awal 2021, Jokowi: Hadapi dengan Tegar
Menurut Ketua Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian, Sekolah Kajian Strategis, dan Global Universitas Indonesia (UI) Chairul Muriman Setyabudi, Idham Azis merupakan sosok yang banyak mengemban tugas reserse kriminal. Sehingga dia sudah dicetak untuk terbiasa menbangun analisis dalam memecahkan kasus. "Mindset tersebut terus berkembang sampai beliau menjadi Kapolri," katanya, Senin (25/1/2021).
Baca juga: Kompak, Kapolri Idham Azis Antar Listyo Sigit Prabowo Fit and Proper Test ke DPR
Idham memiliki pengalaman memecahkan kasus kriminal dan teroris. Semua itu diselesaikan secara imbang berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. "Beliau memiliki pengalaman memecahkan kasus-kasus kriminal maupun kasus teroris, diselesaikan secara imbang bersandar pada knowledge yang diimplementasikan melalui skill secara strategis, namun tidak meninggalkan aspek perilaku dalam pengungkapan kasus," paparnya.
Baca juga : Beragam Bencana Landa Indonesia di Awal 2021, Jokowi: Hadapi dengan Tegar
Menurut Ketua Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian, Sekolah Kajian Strategis, dan Global Universitas Indonesia (UI) Chairul Muriman Setyabudi, Idham Azis merupakan sosok yang banyak mengemban tugas reserse kriminal. Sehingga dia sudah dicetak untuk terbiasa menbangun analisis dalam memecahkan kasus. "Mindset tersebut terus berkembang sampai beliau menjadi Kapolri," katanya, Senin (25/1/2021).
Baca juga: Kompak, Kapolri Idham Azis Antar Listyo Sigit Prabowo Fit and Proper Test ke DPR
Idham memiliki pengalaman memecahkan kasus kriminal dan teroris. Semua itu diselesaikan secara imbang berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. "Beliau memiliki pengalaman memecahkan kasus-kasus kriminal maupun kasus teroris, diselesaikan secara imbang bersandar pada knowledge yang diimplementasikan melalui skill secara strategis, namun tidak meninggalkan aspek perilaku dalam pengungkapan kasus," paparnya.
Lihat Juga :