Diskusi Golkar Dihadiri Airlangga, Pakar: Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN
Rabu, 13 Januari 2021 - 07:55 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Golkar Institute menyelenggarakan diskusi terbatas Selasa (12/1/2021), yang berlangsung secara virtual. Guru besar terkemuka dari National University of Singapore Profesor Kishore Mahbubani menyampaikan pandangannya tentang situasi percaturan politik global.
Menurutnya, Indonesia harus terus mendorong kerja sama dalam wadah ASEAN untuk memperkuat kerja sama ekonomi, baik dengan Amerika Serikat dan China. ASEAN dengan 10 negara anggotanya dan 650 juta penduduk memiliki posisi yang strategis dalam menentukan arah ekonomi dunia ke depan. (Baca: Kongres AFFA Dorong Peran Industri Logistik Global)
Diskusi terbatas ini dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Hadir pula, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Ketua Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily, serta Erwin Aksa dan dipandu Rizal Mallarangeng.
Dalam pandangan mantan diplomat Singapura ini, perseteruan geopolitik antara AS dan Cina masih akan berlangsung selama 10 tahun ke depan.
Persaingan ini selalu terjadi ketika AS yang saat ini masih menjadi kekuatan terbesar dunia sedang dalam proses “disalip” oleh kekuatan terbesar kedua, yaitu China.
Mahbubani menyatakan Amerika Serikat sedang dalam kondisi sosial-politik yang prihatin. Ini ditandai dengan penyerbuan Gedung Capitol oleh pendukung Presiden Donald Trump pada awal Januari ini. Beberapa ahli berpendapat bahwa AS telah menjadi sebuah plutokrasi, di mana kekuasaan dipegang oleh segelintir orang yang sangat kaya. (Baca juga: Membaca Kans Airlangga Hartarto di Pilpres 2024)
Menurutnya, Indonesia harus terus mendorong kerja sama dalam wadah ASEAN untuk memperkuat kerja sama ekonomi, baik dengan Amerika Serikat dan China. ASEAN dengan 10 negara anggotanya dan 650 juta penduduk memiliki posisi yang strategis dalam menentukan arah ekonomi dunia ke depan. (Baca: Kongres AFFA Dorong Peran Industri Logistik Global)
Diskusi terbatas ini dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Hadir pula, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Ketua Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily, serta Erwin Aksa dan dipandu Rizal Mallarangeng.
Dalam pandangan mantan diplomat Singapura ini, perseteruan geopolitik antara AS dan Cina masih akan berlangsung selama 10 tahun ke depan.
Persaingan ini selalu terjadi ketika AS yang saat ini masih menjadi kekuatan terbesar dunia sedang dalam proses “disalip” oleh kekuatan terbesar kedua, yaitu China.
Mahbubani menyatakan Amerika Serikat sedang dalam kondisi sosial-politik yang prihatin. Ini ditandai dengan penyerbuan Gedung Capitol oleh pendukung Presiden Donald Trump pada awal Januari ini. Beberapa ahli berpendapat bahwa AS telah menjadi sebuah plutokrasi, di mana kekuasaan dipegang oleh segelintir orang yang sangat kaya. (Baca juga: Membaca Kans Airlangga Hartarto di Pilpres 2024)
Lihat Juga :