Diskusi Golkar Dihadiri Airlangga, Pakar: Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN
Rabu, 13 Januari 2021 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Adapun, puluhan juta masyarakat mengalami kemerosotan ekonomi yang riil selama 30 tahun terakhir.
Menurut Mahbubani, saat ini AS tergantung dari presiden terpilih Joe Biden untuk memulihkan kondisi dan memperbaiki hubungan antar masyarakat yang retak. Ke depan, bisa jadi AS akan pulih dan kembali menguat, atau semakin terpuruk.
Di sisi lain, China telah menunjukkan bahwa negara itu dapat menangani kondisi darurat, seperti wabah COVID-19, dengan efektif. Kualitas birokrasi di China juga termasuk yang terbaik di dunia dengan rekruitmen yang terukur. Di China hanya yang menempati ranking terbaik di sekolahnya dapat lolos kualifikasi menjadi pegawai negeri.
Bagaimana posisi Indonesia? Mahbubani memberikan saran agar Indonesia dan negara-negara lain di dunia untuk tetap netral.
"Pesan yang harus disampaikan secara jelas adalah Jangan paksa kami untuk memihak pada AS atau China. Kami ingin menjaga hubungan baik dengan keduanya,” ujar Mahbuani.
Menurutnya, pesan ini akan lebih kuat bila disampaikan secara kolektif dalam wadah ASEAN , karena ASEAN mewadahi 10 negara dengan 650 juta penduduk. (Baca juga: Percantik Hunian Modern dengan Berbagai Makanan)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Indo-Pasifik dan perjanjian perdagangan bebas RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), juga sepakat untuk netral.
Menurut Mahbubani, saat ini AS tergantung dari presiden terpilih Joe Biden untuk memulihkan kondisi dan memperbaiki hubungan antar masyarakat yang retak. Ke depan, bisa jadi AS akan pulih dan kembali menguat, atau semakin terpuruk.
Di sisi lain, China telah menunjukkan bahwa negara itu dapat menangani kondisi darurat, seperti wabah COVID-19, dengan efektif. Kualitas birokrasi di China juga termasuk yang terbaik di dunia dengan rekruitmen yang terukur. Di China hanya yang menempati ranking terbaik di sekolahnya dapat lolos kualifikasi menjadi pegawai negeri.
Bagaimana posisi Indonesia? Mahbubani memberikan saran agar Indonesia dan negara-negara lain di dunia untuk tetap netral.
"Pesan yang harus disampaikan secara jelas adalah Jangan paksa kami untuk memihak pada AS atau China. Kami ingin menjaga hubungan baik dengan keduanya,” ujar Mahbuani.
Menurutnya, pesan ini akan lebih kuat bila disampaikan secara kolektif dalam wadah ASEAN , karena ASEAN mewadahi 10 negara dengan 650 juta penduduk. (Baca juga: Percantik Hunian Modern dengan Berbagai Makanan)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Indo-Pasifik dan perjanjian perdagangan bebas RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), juga sepakat untuk netral.
Lihat Juga :