Jika Jadi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Harus Lakukan Sejumlah Langkah Ini
Selasa, 12 Januari 2021 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, sejak reformasi Polri fokus pada penegakan hukum. "Sehingga kalau kita kembali ke jati diri Polri, mengayomi masyarakat, Bhabinkamtibmas-nya harus diperkuat, motornya, honor mereka, rasio, dan itu kan bisa deteksi dini untuk kelompok-kelompok intoleran," tuturnya.
Kemudian, dia berharap Listyo Sigit Prabowo bisa memperhatikan para seniornya. Sebab, Listyo Sigit Prabowo lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Sedangkan Kapolri Jenderal Idham Azis adalah lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1988.
(Baca juga: Jokowi Pilih Orang Dekat sebagai Calon Kapolri, Bukan Nepotisme tapi Hak Presiden ).
"Jika dia dipilih presiden, ditunjuk, harus bisa merangkul semua kelompok (di Polri, red), karena rentan kalau Sigit ini dia 91, Mas Idham kan 88, tiga tahun ya, memang lebih jomplang Mas Tito tempo hari. Jangan sampai misalnya Mas Sigit ini jadi Kapolri, nanti 91 semua jadi Kapolda-kapolda, sentimen angkatan itu, dia juga harus memperhatikan," katanya.
Trimedya menyarankan Listyo Sigit Prabowo bisa meniru Kapolri sebelumnya, Tito Karnavian jika menggantikan Idham Azis nantinya. "Dia juga harus bisa seperti Mas Tito menjaga soliditas Polri dengan tetap menghormati seniornya. 89, 90 selesai nih urusannya, sama kayak Mas Tito, Mas Tito 87, dari mulai 83, 84, 85, apalagi 86 tuh tenggelam. Dia juga harus seperti itu, ya 89, 90 harus diperhatikan, supaya soliditas itu, nah mampu enggak dia. Jangan sampai Mas Sigit ini kategori dekatlah sama presiden, dia kacamata kuda, enggak mau tahu yang lain, jangan begitu juga," imbuhnya.
Kemudian, dia berharap Listyo Sigit Prabowo bisa memperhatikan para seniornya. Sebab, Listyo Sigit Prabowo lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Sedangkan Kapolri Jenderal Idham Azis adalah lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1988.
(Baca juga: Jokowi Pilih Orang Dekat sebagai Calon Kapolri, Bukan Nepotisme tapi Hak Presiden ).
"Jika dia dipilih presiden, ditunjuk, harus bisa merangkul semua kelompok (di Polri, red), karena rentan kalau Sigit ini dia 91, Mas Idham kan 88, tiga tahun ya, memang lebih jomplang Mas Tito tempo hari. Jangan sampai misalnya Mas Sigit ini jadi Kapolri, nanti 91 semua jadi Kapolda-kapolda, sentimen angkatan itu, dia juga harus memperhatikan," katanya.
Trimedya menyarankan Listyo Sigit Prabowo bisa meniru Kapolri sebelumnya, Tito Karnavian jika menggantikan Idham Azis nantinya. "Dia juga harus bisa seperti Mas Tito menjaga soliditas Polri dengan tetap menghormati seniornya. 89, 90 selesai nih urusannya, sama kayak Mas Tito, Mas Tito 87, dari mulai 83, 84, 85, apalagi 86 tuh tenggelam. Dia juga harus seperti itu, ya 89, 90 harus diperhatikan, supaya soliditas itu, nah mampu enggak dia. Jangan sampai Mas Sigit ini kategori dekatlah sama presiden, dia kacamata kuda, enggak mau tahu yang lain, jangan begitu juga," imbuhnya.
(zik)
Lihat Juga :