Ratusan Nyawa Melayang Sia-Sia, Konflik Papua Harus Segera Diakhiri
Selasa, 12 Januari 2021 - 09:40 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan turut berduka cita atas tewasnya seorang anggota TNI Prada Agus Kurnia setelah diserang Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Kematian Prada Agus Kurnia menyusul 46 anggota TNI yang telah lebih dulu gugur selama menjalankan tugas dalam konflik berkepanjangan di Papua .
"Saya secara pribadi dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, turut berduka cita atas meninggalnya Prada Agus Kurnia. Semoga Prada Agus Kurnia diberikan balasan terbaik oleh Tuhan dan keluarga diberikan kesabaran, aamiin," kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/1/2021).
Ia menyampaikan bahwa konflik Papua harus segera diakhiri. Menurutnya, ratusan nyawa melayang sia-sia, dan kerugian mencapai triliunan rupiah akibat konflik berkepanjangan itu. "Lagi-lagi kami harus menyampaikan bahwa negara gagal hadir di tanah Papua. Selama 10 tahun terakhir konflik bukan semakin membaik namun semakin memburuk," katanya. (Baca juga: Akademisi Uncen: Penyerangan Misionaris di Papua Pertanda Lenyapnya Perjuangan KKB )
Menurut dia, klaim sepihak pemerintah tentang keberhasilan otonomi khusus nyatanya tak membuat gerakan-gerakan makar di Papua berhenti. Kata Sukamta, salah satu rencana pemerintah adalah pemekaran wilayah. Dia pun mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menjalankan rencana tersebut. Jangan sampai pemekaran bertujuan untuk merebut lahan-lahan milik rakyat Papua.
"Kami mendapatkan kabar mengenai perusahaan kelapa sawit yang mengelola puluhan ribu hektare lahan yang berdampak hilangnya hak ulayat warga Papua. Ini bukti tanah Papua selama ini hanya jadi lahan eksploitasi walaupun dalihnya pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua," katanya.
"Saya secara pribadi dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, turut berduka cita atas meninggalnya Prada Agus Kurnia. Semoga Prada Agus Kurnia diberikan balasan terbaik oleh Tuhan dan keluarga diberikan kesabaran, aamiin," kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/1/2021).
Ia menyampaikan bahwa konflik Papua harus segera diakhiri. Menurutnya, ratusan nyawa melayang sia-sia, dan kerugian mencapai triliunan rupiah akibat konflik berkepanjangan itu. "Lagi-lagi kami harus menyampaikan bahwa negara gagal hadir di tanah Papua. Selama 10 tahun terakhir konflik bukan semakin membaik namun semakin memburuk," katanya. (Baca juga: Akademisi Uncen: Penyerangan Misionaris di Papua Pertanda Lenyapnya Perjuangan KKB )
Menurut dia, klaim sepihak pemerintah tentang keberhasilan otonomi khusus nyatanya tak membuat gerakan-gerakan makar di Papua berhenti. Kata Sukamta, salah satu rencana pemerintah adalah pemekaran wilayah. Dia pun mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menjalankan rencana tersebut. Jangan sampai pemekaran bertujuan untuk merebut lahan-lahan milik rakyat Papua.
"Kami mendapatkan kabar mengenai perusahaan kelapa sawit yang mengelola puluhan ribu hektare lahan yang berdampak hilangnya hak ulayat warga Papua. Ini bukti tanah Papua selama ini hanya jadi lahan eksploitasi walaupun dalihnya pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua," katanya.
Lihat Juga :