Akhyar-Salman Klaim Kalahkan Bobby-Aulia dengan Selisih 2.253 Suara

Rabu, 06 Januari 2021 - 13:07 WIB
loading...
Akhyar-Salman Klaim...
Pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi menggugat hasil Pilkada Kota Medan 2020 ke MK. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Medan nomor urut 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi mengklaim menjadi pemenang Pilkada Kota Medan 2020. Mereka unggul lebih dari dua ribu suara atas pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Hal itu tercantum dalam berkas gugatan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Berkas permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Wali Kota Medan Tahun 2020 yang diajukan Akhyar-Salman sebagai pemohon melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan sebagai termohon, telah diterima MK pada Jumat, 18 Desember 2020 pukul 19:53:42 WIB via online.

Sebagai pemohon, Akhyar dan Salman mencantumkan hasil rekapitulasi suara Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan 2020 yang ditetapkan KPU Kota Medan pada Selasa, 15 Desember 2020 dan hasil rekapitulasi versi pemohon.

(Baca: Bawaslu Hentikan Laporan Akhyar-Salman Soal Dugaan Penggelembungan Suara Bobby - Aulia)

Pertama, hasil rekapitulasi KPU Kota Medan yakni pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi memperoleh 342.580 suara serta paslon nomor urut 2 Bobby Nasution-Aulia Rachman meraup 393.327 suara, dengan total suara sah 735.907 suara.

Kedua, berdasarkan perhitungan suara versi atau menurut pemohon yaitu paslon nomor urut 1 Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi meraih 342.580 serta paslon nomor urut 2 Bobby Nasution dan Aulia Rachman memperoleh 340.327, dengan total suara sah 682.907. Kok bisa Akhyar dan Salman mengklaim sebagai pemenang Pilkada Kota Medan 2020?

Dalam argumentasinya, Akhyar dan Salman sebagai pemohon menyebutkan telah terjadi penggelembungan suara untuk Bobby dan Aulia di 15 kecamatan.

"Selisih perolehan suara Pemohon tersebut disebabkan adanya dugaan penambahan suara bagi pasangan nomor urut 2 (dua) sebanyak 53.000 suara di 1.060 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 15 (lima belas) Kecamatan," tegas Akhyar-Salman pada halaman 6 salinan permohonan PHP Wali Kota Medan Tahun 2020, seperti dikutip SINDOnews di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

(Baca: Keluarga dan Hakim MK Dapat Pengawalan Ekstra saat Tangani Sidang Sengketa Pilkada 2020)

Ke-15 kecamatan itu adalah Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Denai, Medan Barat, Medan Deli, Medan Tuntungan, Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Perjuangan, Medan Petisah, Medan Timur, dan Medan Selayang.

Menurut Akhyar-Salman, ada dugaan pelanggaran penggunaan struktur pemerintah yang dilakukan oleh aparatur penyelenggaraan negara baik pemerintah tingkat pusat maupun pemerintah tingkat daerah yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Dugaan pelanggaran terstruktur seperti pergerakan massa pemilih dari luar daerah untuk menggunakan surat suara saat pemungutan suara. Untuk dugaan pelanggaran sistematis seperti dilakukan dengan menggunakan sistem penyelenggara pemerintahan.

"Bahwa dugaan pelanggaran masif seperti dilakukan secara meluas di seluruh wilayah Kota Medan khususnya di 15 (lima belas) kecamatan," ujar Akhyar-Salman.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Gantikan Anwar Usman,...
Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono Adi Resmi Jadi Hakim MK usai Ucap Sumpah
Respons KPK soal MK...
Respons KPK soal MK Putuskan Hanya BPK Berhak Hitung Kerugian Negara
Aturan Uang Pensiunan...
Aturan Uang Pensiunan DPR Inkonstitusional Bersyarat, MK: Bikin UU Baru
MK Nyatakan Gugatan...
MK Nyatakan Gugatan Roy Suryo dkk Soal KUHP dan UU ITE Tidak Jelas
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
MK Dorong Revisi UU...
MK Dorong Revisi UU Pengelolaan Zakat, Momentum Perbaikan Tata Kelola Nasional
MK Putuskan SD-SMP Gratis,...
MK Putuskan SD-SMP Gratis, Wagub Rano: Kita Harus Lakukan Percepatan
Pendukung Paslon Suryatati-Li...
Pendukung Paslon Suryatati-Li Sumirat Kembali Demo Bawaslu Bengkulu Selatan, Berujung Ricuh
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved