Angin Segar Amerika Serikat di Asia?

Senin, 04 Januari 2021 - 06:05 WIB
loading...
Angin Segar Amerika...
Tirta Nugraha Mursitama (Foto: Istimewa)
A A A
Tirta Nugraha Mursitama
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Transfer Teknologi Universitas Bina Nusantara dan Direktur Eksekutif Centre for Business and Diplomatic Studies Departemen Hubungan Internasional, Universitas Bina Nusantara

WALAU drama Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) belum resmi berakhir, sepertinya semakin jelas bahwa Joe Biden-Kamala Harris akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden AS ke-59 pada 20 Januari 2021. Kalangan akademisi, praktisi hingga pimpinan pemerintah mulai mendiskusikan bagaimana arah kebijakan luar negeri AS di forum internasional ke depan. Tulisan ini membahas bagaimana kemungkinan AS akan berhubungan secara internasional, khususnya di Asia, dan bagaimana Indonesia bisa menyikapinya.

Empat Faktor
Untuk melihat kemungkinan kebijakan AS khususnya di kawasan Asia ke depan, ada empat faktor yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menganalisis. Pertama, platform partai politik Partai Demokrat. Sebagai parpol yang berideologi tengah kiri Demokrat percaya bahwa penghormatan nilai individu, hak-hak minoritas adalah hal yang utama. Negara cenderung lebih berperan melindungi warga negaranya dari cengkeraman kekuatan modal dan keserakahan perusahaan multinasional. Misalnya terkait dengan produk-produk yang ramah lingkungan dan mengikuti standar kesehatan tertentu.

Pemerintah juga berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dengan memberikan asuransi. Sementara dari sisi pengenaan pajak, pemerintah Partai Demokrat menerapkan kebijakan pajak progresif sesuai dengan pendapatan masyarakat. Masyarakat yang lebih kaya harus membayar pajak lebih banyak.

Dari sisi pengeluaran militer sepertinya juga akan dikurangi dan mengandalkan burden sharing dari para partner tradisionalnya di berbagai kawasan. Untuk kawasan Asia, hubungan dengan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan akan menjadi jangkar dan menjadi semakin penting. Termasuk dalam menghadapi China di sengketa Laut Natuna Utara hingga hubungan AS dengan Asia Tenggara.

Adapun dari sisi kebijakan militer dengan situasi krisis akibat pandemi ini kemungkinan pemerintah terpilih akan meminta negara mitra tradisionalnya untuk berbagi dengan mengeluarkan dana lebih. Pendekatan terhadap negara yang berkonflik tidak akan secara konfrontatif terbuka, tetapi lebih dialogis melalui meja perundingan. Demikian juga untuk kebijakan luar negerinya akan lebih mengedepankan cara-cara persuasif, menghargai berbagai pandangan walau tetap memperjuangkan kepentingannya melalui kompromi di arena multilateral.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Presiden Prabowo Anugerahkan...
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna ke PM India Narendra Modi
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Rekomendasi
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Berita Terkini
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved