Nakhoda Baru KKP

Senin, 28 Desember 2020 - 22:39 WIB
loading...
A A A
Secercah harapan muncul ketika Presiden Jokowi menawarkan konsep Indonesia Poros Maritim Dunia pada acara East Asia Summit ke-9 di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada 13 November 2014. Namun konsep tersebut seperti mati suri memasuki periode kedua kepemimpinannya. Melihat kenyataan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah nakhoda Sakti Wahyu Trenggono harus bisa menjadi motor penggerak menjadikan kelautan dan perikanan sebagai arus utama pembangunan nasional. Hal tersebut dapat dicapai dengan lima pilar utama kebijakan kelautan (Tridoyo Kusumastanto, 2003), yakni, kebijakan ekonomi kelautan (Ocean Economic Policy), kebijakan tatakelola kelautan (Ocean Governance Policy) yang jujur, bersih, dan berwibawa, , kebijakan lingkungan laut (Ocean Environmental Policy), kebijakan budaya bahari (Maritime Culture Policy), dan kebijakan keamanan maritim (Maritime Security Policy).

Kedua, memiliki sikap berani dan tegas. Kita ketahui bersama bahwa masih banyak terjadi praktik-praktik illegal unreported unregulated (IUU) fishing di perairan NKRI. Belum lagi aktivitas perampasan ruang dan sumberdaya laut (ocean grabbing), termasuk ikan oleh para pemodal besar (lokal maupun asing). Di samping itu kerap kebijakan yang dikeluarkan tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat (nelayan) namun lebih kepada kepentingan elit politik bahkan pejabat negara. Oleh karena itu sosok Men-KP baru harus menjadi seorang nakhoda yang berani dan tegas melawan semua praktik-praktik IUU fishing, ocean grabbing dan melawan segala bentuk kepentingan elite politik maupun pejabat negara yang ingin mengambil keuntungan dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh KKP.

Ketiga, melek dan mengedepankan Iptek. Di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, peranan ilmu dan teknologi sangatlah dibutuhkan oleh sebuah negara agar dapat terus bersaing dengan negara lain. Iptek tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan yang menjadi tupoksi utama (perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil dan keamanan) dari KKP hingga pada tahap kegiatan perencanaan kebijakan. Hadirnya Iptek akan lebih mempermudah kinerja KKP dalam melakukan implementasi setiap program yang akan dijalankan.

Di samping itu juga KKP sudah semestinya menggandeng perguruan tinggi yang memiliki kompetensi dalam bidang kelautan dan perikanan guna merumuskan setiap kebijakan yang hendak diambil agar kebijakan benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat bukan elite.

Keempat, implementasi program jangan top down. Sering kali program KKP yang diimplementasikan tidak berjalan dengan maksimal. Hal tersebut disinyalir karena implementasi program yang dilakukan bersifat top down, di mana masyarakat (nelayan) hanya dijadikan objek semata bukan dijadikan pelaku dan pemilik program. Hasilnya nelayan hanya menjadi penonton dari setiap program-program yang digulirkan oleh KKP.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Jabat Kepala Bakom,...
Jabat Kepala Bakom, Qodari: Harus Agresif, Kalau Diserang Tidak Diam
Dari Aktivis ke Menteri,...
Dari Aktivis ke Menteri, Jumhur Hidayat Disebut Punya Daya Juang Tinggi
Reshuffle Kabinet Terbaru,...
Reshuffle Kabinet Terbaru, Murni karena Kinerja atau Politik?
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Jejak Pendidikan Jumhur...
Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Prabowo dan Menteri...
Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%
Rekomendasi
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved