Polemik Tes Covid-19 untuk Pengguna KRL, DPR: Kuncinya Disiplin Prokes

Rabu, 23 Desember 2020 - 20:48 WIB
loading...
Polemik Tes Covid-19...
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes) merupakan kunci mengendalikan Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Memasuki libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah pusat dan daerah (Pemda) memperketat protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dan mewajibkan rapid test antigen atau swab test PCR untuk perjalanan pesawat dan kereta api (KA) antar provinsi. Kemudian, muncul usulan agar ketentuan ini berlaku juga untuk penumpang KRL Commuter Jabodetabek dan Transjakarta (TJ) mengingat kedua moda transportasi ini selalu penuh penumpang di jam-jam sibuk dan sangat rawan penularan Covid-19.

Menanggapi usulan itu, anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengakui ini dilema karena prokes dan testing sama-sama penting. Namun, dia menegaskan bahwa yang paling utama adalah memperketat dan disiplin terhadap prokes, bukan soal rapid test antigen. "Ya itu bagus, kalau itu dilakukan tapi prokes masih longgar saya kira kok kita masih berat untuk menjalani Covid-19 ini. Saya kira termasuk di dalamnya adalah Commuter Line dan Transjakarta," kata Rahmad kepada SINDOnews, Rabu (23/12/2020). (Baca juga: Bertambah 7.514, Kini Ada 685.639 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia)

Karena itu, politikus PDI Perjuangan ini meminta agar prokes Covid-19 tetap tegas di KRL commuter line dan juga Transjakarta, dan yang paling penting penumpangnya dibatasi, tidak boleh lebih dari 50% atau maksimal 50% dari kapasitas. "Ndak bisa kalau jam kerja sibuk uyek-uyekan atau berhimpit-himpitan tanpa ada jarak, itu sangat berisiko untuk terpapar Covid-19," ujarnya. (Baca juga: Soal Tes Covid-19 untuk Pengguna KRL dan Bus Trans, DPR: Jangan Bebani Rakyat)

Menurut Rahmad, tidak ada gunanya rapid test antigen itu jika hanya ingin melihat apakah seseorang itu positif atau tidak, kalau dalam praktik sehari-hari pelanggaran prokes masih menjadi sesuatu yang dimaklumi dan diperlonggar, nampaknya Indonesia masih panjang perjuangannya dalam melawan Covid-19. Sehingga, disiplin prokes ini harus butuh kesadaran dari semua pihak. "Kebijakan sudah, masyarakat punya tanggung jawab melaksanakan prokes, dilakukan rapid antigen tapi dalam keseharian prokes masih abai ya percuma. Yang paling penting prokes, kerumunan harus dilawan, tidak boleh ada sama sekali. Baru itu bisa kita kendalikan," tegas Rahmad. (Baca juga: Kapolri Larang 4 Kegiatan Ini saat Libur Natal dan Tahun Baru)

Oleh karena itu, legislator Dapil Jawa Tengah V ini mengingatkan, kalau prokes Covid-19 masih diabaikan dan dianggap remeh oleh semua orang, maka Indonesia akan terus begini, masih belum ada tanda-tanda kasus positif melandai apalagi turun. "Sehingga menjadi perhatian kita bersama, pemda, pusat maupun segala elemen masyarakat. Kata kuncinya prokes, apapun alasannya prokes menjadi harga mati untuk mengendalikan Covid-19," tandasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Berita Terkini
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved