Ingat Pesan Ibu
Selasa, 22 Desember 2020 - 05:22 WIB
loading...
A
A
A
Pastikan seluruh pasien positif Covid-19 baik yang berat maupun sedang terawat dengan baik di rumah sakit rujukan. Pasien yang terinfeksi ringan, pasien dalam pengawasan, dan orang tanpa gejala, untuk melakukan isolasi mandiri dengan ketat di rumah atau di tempat yang telah disediakan pemerintah.
Bagi pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, tetap dibutuhkan terapi pendampingan untuk pemulihan dan melatih tubuh kembali beraktivitas, mulai olah raga ringan, hingga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan secara bertahap.
Kedua, membangun rasa aman dengan disiplin melakukan 4 W. Wajib memakai masker (dengan benar) ketika ke luar rumah, tanpa terkecuali. Wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Wajib menjaga jarak fisik (1,5-2 meter) di mana saja. Wajib menghindari kerumunan dan keramaian, termasuk saat menggunakan angkutan umum.
Setelah bepergian kita wajib langsung mandi setelah tiba di rumah, sepulang kerja, pergi belanja, atau berolahraga di taman. Pisahkan pakaian, sisihkan sepatu atau sandal yang digunakan keluar di tempat terpisah.
Ketiga, memperkuat imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Makan makanan sehat, bergizi, dan higienis. Ibu-ibu bisa membuat kegiatan memasak bersama keluarga mencoba berbagai resep atau masakan khas Nusantara sambil memperkenalkan kekayaan rempah-rempah kepada anak-anak. Tidak perlu kecewa bila hasil masakan kurang enak, terus latih keterampilan memasak, dan terpenting menikmati momen berharga bersama keluarga.
Luangkan waktu untuk berolah raga rutin setiap hari sekitar 20-30 menit di luar ruang sambil berjemur menghangatkan badan agar tubuh tetap bugar. Beristirahat tidur yang cukup 5-7 jam setiap hari dan hindari stres, tidak tidur larut malam, karena akan mengurangi daya tahan tubuh. Dengan tidur lebih cepat, kita bisa bangun lebih pagi untuk beribadah.
Keempat, pandemi Covid-19 telah melahirkan (kembali) budaya bekerja, belajar, belanja, dan beribadah di rumah saja, di mana seluruh kegiatan seoptimal mungkin dilakukan di rumah dulu, sebagai upaya bersama meredam penyebaran Covid-19. Meskipun harus diakui masih banyak kekurangannya, praktik belajar daring harus terus disempurnakan model dan modul pembelajaran secara daring, serta meningkatkan kapasitas pengajar dan kemampuan para siswa dan siswi.
Bagi pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, tetap dibutuhkan terapi pendampingan untuk pemulihan dan melatih tubuh kembali beraktivitas, mulai olah raga ringan, hingga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan secara bertahap.
Kedua, membangun rasa aman dengan disiplin melakukan 4 W. Wajib memakai masker (dengan benar) ketika ke luar rumah, tanpa terkecuali. Wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Wajib menjaga jarak fisik (1,5-2 meter) di mana saja. Wajib menghindari kerumunan dan keramaian, termasuk saat menggunakan angkutan umum.
Setelah bepergian kita wajib langsung mandi setelah tiba di rumah, sepulang kerja, pergi belanja, atau berolahraga di taman. Pisahkan pakaian, sisihkan sepatu atau sandal yang digunakan keluar di tempat terpisah.
Ketiga, memperkuat imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Makan makanan sehat, bergizi, dan higienis. Ibu-ibu bisa membuat kegiatan memasak bersama keluarga mencoba berbagai resep atau masakan khas Nusantara sambil memperkenalkan kekayaan rempah-rempah kepada anak-anak. Tidak perlu kecewa bila hasil masakan kurang enak, terus latih keterampilan memasak, dan terpenting menikmati momen berharga bersama keluarga.
Luangkan waktu untuk berolah raga rutin setiap hari sekitar 20-30 menit di luar ruang sambil berjemur menghangatkan badan agar tubuh tetap bugar. Beristirahat tidur yang cukup 5-7 jam setiap hari dan hindari stres, tidak tidur larut malam, karena akan mengurangi daya tahan tubuh. Dengan tidur lebih cepat, kita bisa bangun lebih pagi untuk beribadah.
Keempat, pandemi Covid-19 telah melahirkan (kembali) budaya bekerja, belajar, belanja, dan beribadah di rumah saja, di mana seluruh kegiatan seoptimal mungkin dilakukan di rumah dulu, sebagai upaya bersama meredam penyebaran Covid-19. Meskipun harus diakui masih banyak kekurangannya, praktik belajar daring harus terus disempurnakan model dan modul pembelajaran secara daring, serta meningkatkan kapasitas pengajar dan kemampuan para siswa dan siswi.
Lihat Juga :