Virus PHK
Jum'at, 17 April 2020 - 06:48 WIB
loading...
Virus korona telah berimbas pada PHK. Sekian banyak perusahaan telah meliburkan dan memberhentikan karyawannya. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Komaruddin Hidayat
Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
VIRUS korona telah melahirkan “virus” baru, yaitu PHK, pemutusan hubungan kerja. Virus ini lebih ditakuti masyarakat karena wujud dan dampaknya terlihat dan dirasakan langsung. Sekian banyak perusahaan telah meliburkan dan memberhentikan karyawannya. Ini terjadi di hampir di seluruh negara-negara dunia.
Saya pernah sengaja jalan-jalan melihat mal di Jakarta. Banyak pertokoan yang tutup. Hotel tak lagi kedatangan tamu. Restoran tak ada pengunjung. Warung-warung kecil pun ikut tutup. Melalui media sosial, kita juga memperoleh informasi serupa yang terjadi di berbagai kota.
Para karyawan itu dengan mendadak kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilannya. Mereka terlihat menangis, kebingungan. Para pengusaha pun khawatir sekali kalau pandemi ini melewati bulan Juni, daya tahan keuangannya tak sanggup lagi membiayai kegiatan operasionalnya. Alih-alih memberi tunjangan hari raya (THR).
Membengkaknya jumlah pengangguran ini jika berkelanjutan, dampaknya tak kalah bahayanya dari virus korona. Bagi mereka yang memiliki tabungan, tinggal di rumah masih bisa memenuhi hajat makan-minum setiap harinya.
Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
VIRUS korona telah melahirkan “virus” baru, yaitu PHK, pemutusan hubungan kerja. Virus ini lebih ditakuti masyarakat karena wujud dan dampaknya terlihat dan dirasakan langsung. Sekian banyak perusahaan telah meliburkan dan memberhentikan karyawannya. Ini terjadi di hampir di seluruh negara-negara dunia.
Saya pernah sengaja jalan-jalan melihat mal di Jakarta. Banyak pertokoan yang tutup. Hotel tak lagi kedatangan tamu. Restoran tak ada pengunjung. Warung-warung kecil pun ikut tutup. Melalui media sosial, kita juga memperoleh informasi serupa yang terjadi di berbagai kota.
Para karyawan itu dengan mendadak kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilannya. Mereka terlihat menangis, kebingungan. Para pengusaha pun khawatir sekali kalau pandemi ini melewati bulan Juni, daya tahan keuangannya tak sanggup lagi membiayai kegiatan operasionalnya. Alih-alih memberi tunjangan hari raya (THR).
Membengkaknya jumlah pengangguran ini jika berkelanjutan, dampaknya tak kalah bahayanya dari virus korona. Bagi mereka yang memiliki tabungan, tinggal di rumah masih bisa memenuhi hajat makan-minum setiap harinya.