Tak Ikut Rekonstruksi, Imparsial Pilih Tunggu Hasil Investigasi Komnas HAM
Selasa, 15 Desember 2020 - 20:19 WIB
loading...
Rekonstruksi penembakan 6 anggota laskar FPI pengikut Habib Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bareskrim Polri membuka kemungkinan adanya rekonstruksi lanjutan jika ada ditemukan bukti baru dalam kasus penembakan 6 anggota laskar FPI pengikut Habib Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek. Bareskrim menilai hasil rekonstruksi yang dilakukan sebelumnya belum final. Nantinya dalam rekonstruksi lanjutan mengundang Komnas HAM, Amnesty International, KontraS, Imparsial , dan Kompolnas.
Menanggapi itu, Imparsial membenarkan bahwa pihaknya diundang dalam rekonstruksi tersebut. Namun, Imparsial memilih tidak ikut dan lebih menunggu hasil dari investigasi yang dilakukan Komnas HAM .
"Kami dan beberapa kawan LSM HAM lain memang diundang, tapi Imparsial tidak ikut dalam penyelidikan maupu rekonstruksi yang dilakukan Polri. Karena menurut kami investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM sebetulnya sudah cukup independen dan kami juga menunggu hasil dari Komnas HAM tersebut," kata Koordinator Peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra saat dihubungi SINDOnews, Selasa (15/12/2020). (Baca juga: Komnas HAM Mau Kasus Penembakan Anggota FPI Cepat Dituntaskan )
Ardi mengungkapkan alasan pihaknya memilih menunggu hasil investigasi Komnas HAM karena perbedaan informasi yang disampaikan FPI maupun kepolisian. Maka dari itu, Imparsial akan menunggu investigasi independen yang dilakukan Komnas HAM dan setelah diumumkan hasilnya Imparsial nantinya akan mempelajari lebih dahulu dan memberikan tanggapan.
"Karena, terlalu banyak perbedaan informasi baik yang disampaikan oleh FPI maupun kepolisian, maka investigasi independen yang dilakukan Komnas HAM menjadi penting untuk membuka tabir kasus ini," ujarnya.
Menanggapi itu, Imparsial membenarkan bahwa pihaknya diundang dalam rekonstruksi tersebut. Namun, Imparsial memilih tidak ikut dan lebih menunggu hasil dari investigasi yang dilakukan Komnas HAM .
"Kami dan beberapa kawan LSM HAM lain memang diundang, tapi Imparsial tidak ikut dalam penyelidikan maupu rekonstruksi yang dilakukan Polri. Karena menurut kami investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM sebetulnya sudah cukup independen dan kami juga menunggu hasil dari Komnas HAM tersebut," kata Koordinator Peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra saat dihubungi SINDOnews, Selasa (15/12/2020). (Baca juga: Komnas HAM Mau Kasus Penembakan Anggota FPI Cepat Dituntaskan )
Ardi mengungkapkan alasan pihaknya memilih menunggu hasil investigasi Komnas HAM karena perbedaan informasi yang disampaikan FPI maupun kepolisian. Maka dari itu, Imparsial akan menunggu investigasi independen yang dilakukan Komnas HAM dan setelah diumumkan hasilnya Imparsial nantinya akan mempelajari lebih dahulu dan memberikan tanggapan.
"Karena, terlalu banyak perbedaan informasi baik yang disampaikan oleh FPI maupun kepolisian, maka investigasi independen yang dilakukan Komnas HAM menjadi penting untuk membuka tabir kasus ini," ujarnya.
Lihat Juga :