Pemerintah Diminta Segera Uji GeNose, Alat Tes Covid-19 Buatan UGM

Minggu, 13 Desember 2020 - 21:13 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Segera...
Kemenristek mengungkapkan pengembangan GeNose masih terus dilakukan. GeNose adalah alat tes Covid-19 besutan Universitas Gajah Mada (UGM). Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) mengungkapkan pengembangan GeNose masih terus dilakukan. Inovasi alat tes Covid-19 besutan Universitas Gajah Mada (UGM) itu diklaim mampu mendeteksi atau mendiagnosa virus Corona melalui hembusan napas dengan tingkat keakurasian di atas 90%.

Tak cuma itu, biaya penggunaan alat tersebut juga jauh lebih murah dibandingkan uji cepat (rapid test) maupun uji usap (swab test) PCR. Tarifnya hanya sekitar Rp15.000 untuk setiap tes. Hanya, GeNose masih direncanakan segera diproduksi missal sebab masih harus menunggu izin edar dari Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember ini.

Anggota Komisi IX DPR Anggia Ermarini mengapresiasi inovasi atau terobosan tersebut. Apalagi, GeNose diciptakan langsung oleh para peneliti dari dalam negeri. Di sisi lain, akurasinya juga diklaim mampu mendeteksi lebih dari 90% adanya virus Corona dari hembusan napas saja.

“Bahkan, kalau misalnya itu bisa sangat mudah dan murah, itu jauh lebih oke. Tapi kalau ngeklaim akurasinya, saya sarankan pemerintah cek itu dengan menguji lagi. Jangan lama-lama, tidak kemudian di-ignore, tapi diapresiasi dengan cara dicek ulang. Kalau memang bagus, ya kenapa tidak pakai itu saja,” kata Anggia kepada SINDOnews, Minggu (13/12/2020).(Baca juga: Indonesia Tembus 617.820 Kasus Corona, Penambahan Tertinggi di Jakarta )

Jika sudah lulus uji semua tahap, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendukung pemerintah memproduksi massal ketimbang harus impor dan menghabiskan anggaran negara lagi. Dirinya berharap kualitas alat itu jauh lebih jitu ketimbang rapid test. “Tapi jangan dibandingkan (kualitasnya-red) dengan tes rapid ya. Saya enggak percaya rapid. Kalau dibandingkan rapid itu enggak apple to apple,” tegasnya.

Anggia mengingatkan tugas negara, yaitu kementerian/lembaga terkait harus segera mengecek lagi uji validitas dan keakuratan dari GeNose tersebut. Terlebih lagi, jika tes tersebut juga tidak berbahaya bagi penggunanya.

“Itu penting. Selain murah, harus dicek akurasinya. Kalau memang mau kita pakai, itu harus ada alasannya yang jelas. Tapi dengan catatan, jangan uji-uji terus terlalu lama,” katanya.(Baca juga: Sekda dan Kadispora Kota Bogor Positif Covid-19, Kasus Harian Pecahkan Rekor Baru )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
4 Strategi Pemerintah...
4 Strategi Pemerintah Tekan Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved