Kinerja Pertanian Mengejutkan

Senin, 14 Desember 2020 - 04:30 WIB
loading...
A A A
Dari 11 komoditas pangan, saat ini tinggal bawang merah, daging sapi, dan gula yang masih kita impor. Daging sapi memang isu yang kontroversial. Beberapa tahun lalu komoditas ini mengalami kenaikan harga yang “tak terkendali” sehingga Presiden Jokowi marah-marah, apalagi mendekati bulan puasa waktu itu. Faktor “tangan-tangan kotor” tampaknya sulit dibantah di balik harga daging sapi yang lepas kendali ketika itu. Indonesia seperti sudah “dikendalikan” oleh Australia untuk urusan daging sapi.

Menteri pertanian waktu itu, Amran Sulaeman, kepada penulis pernah mengatakan pemerintah akan bekerja sama dengan Brasil untuk meningkatkan produksi daging sapi. Caranya, mengundang pihak Brasil membuka peternakan sapi di Indonesia untuk memangkas biaya transportasi yang begitu besar. Daging sapi Brasil memang sudah terkenal sangat bagus kualitasnya. Penulis kurang paham apa sebab realisasi proyek yang bagus itu akhirnya kandas di tengah jalan. Saat ini Indonesia banyak impor daging sapi dari India.

Urusan daging sapi, tentu, menjadi salah satu PR yang harus ditangani secara serius oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Bagaimanapun, sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh terus mengandalkan impor untuk urusan pertanian.

Pada periode kepemimpinan Amran Sulaeman, masalah beras juga selalu mencuat ke permukaan dan membuat Jokowi jengkel. Berulang-ulang Presiden ketika itu mengatakan Indonesia sesungguhnya sudah swasembada beras. Aneh bin ajaib, impor beras berjalan terus. Terkesan ada “cekcok” antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Amran Sulaeman selalu berteriak pemerintah tidak perlu impor beras lagi karena produksi dalam negeri jauh melampaui kebutuhan. Anehnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita cenderung menggenjot impor beras, terutama dari Vietnam.

Menurut ketentuan perundang-undangan Kementerian Perdagangan harus mendapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian untuk impor bahan-bahan pangan tertentu, khususnya beras. Tampaknya, ketentuan ini adakalanya dilanggar. Ketika perselisihan antara kedua instansi pemerintah ini mencapai puncak, Menteri Perdagangan mengatakan impor beras dilakukan atas rekomendasi Menko Perekonomian dan diputuskan dalam rapat terbatas bidang perekonomian. Bisa saja rekomendasi Menko Pertanian dikeluarkan berdasarkan “bisikan” Menteri Perdagangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Prabowo Apresiasi Panen...
Prabowo Apresiasi Panen Raya Inisiasi TNI Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Rekomendasi
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
Jarang Diketahui, Berikut...
Jarang Diketahui, Berikut Fakta Mengejutkan dari Buaya Betina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved