Transformasi Jalur Rempah Maritim

Senin, 14 Desember 2020 - 05:41 WIB
loading...
Transformasi Jalur Rempah...
Muhamad Karim (Foto: Istimewa)
A A A
Muhamad Karim
Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim, Dosen Universitas Trilogi Jakarta

PADA 13 Desember kemarin bangsa Indonesia memperingati Hari Nusantara. Penetapannya terkait Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi ini menyatakan bahwa perairan Indonesia merupakan wilayah teritorial yang menyatu dengan daratannya. Dengan demikian, seluruh perairan Indonesia yang menghubungkan daratan menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, peringatan Hari Nusantara setiap tahunnya tak sekadar seremonial, melainkan di dalamnya mengandung nilai historis-kultural dan visi jauh ke depan. Secara historis-kultural Hari Nusantara bermakna kita bangsa Indonesia adalah bangsa maritim yang memiliki wilayah laut 5,8 juta kilometer. Di samping itu, Nusantara di masa silam jadi pusat gravitasi maritim yang jadi kekuatan ekonomi dan menghegemoni dunia abad 15-17 berbasiskan komoditas rempah-rempah. Makanya, rentang waktu itu dikenal masa keemasan jalur rempah maritim.

Secara visioner, momentum Hari Nusantara mesti jadi pemicu bangsa Indonesia di usia 75 tahun, mengukuhkan dirinya sebagai negara maritim. Laporan OECD 2016 meramalkan bahwa ekonomi maritim dunia bakal berperan penting dalam percaturan dunia hingga 2030. Nilainya diperkirakan mencapai USD3 triliun. Indonesia mesti memanfaatkan momentum ini agar berkontribusi bagi perekonomian nasionalnya.

Pilar Ekonomi Maritim
Di masa silam kekuatan ekonomi maritim Nusantara ditopang empat pilar, yaitu transportasi laut (pelayaran), kepelabuhanan, kota-kota pantai, dan pasar. Transportasi laut (pelayaran) jadi faktor penting menopang masa keemasan ekonomi maritim abad 15-17 di kepulauan Nusantara. Di masa itu kemaritiman berbasiskan komoditas andalan rempah-rempah jadi kekuatan ekonomi yang menopang kerajaan-kerajaan di Kepulauan Nusantara. Komoditas itu di antaranya cengkeh, pala, kayu manis, gambir, kapur barus, dan lada. Komoditas ini jadi incaran bangsa penjelajah sejak abad pertengahan semacam Portugis, Spanyol, hingga Belanda yang kemudian menjajah Nusantara.

Bahkan, jauh sebelum itu dokumen Dinasti Ptolemy yang berkuasa di Mesir dan tersimpan di Perpustakaan Alexandria mengindikasikan kejayaan dunia maritim pantai barat Sumatera. Dokumen itu menyebut negeri Barosai dan Karpura Dwipa/Minanga Kambwa sebagai pemasok kamper (kapur Barus) dan lada Mesir pada masa itu. Sejarawan PH Brans menafsirkan “Barosai” yang tertulis dalam disertasinya, Sumatra Benzoe, sebagai Barus. Brans juga menjelaskan, ketika pasokan kamper dan lada berhenti bangsa Mesir berlayar ke negeri sumbernya disertai pembesar kerajaan dan sebagian menetap di negeri itu. Artinya transportasi laut menjadi kekuatan ekonomi maritim Nusantara sebelum masehi hingga abad pertengahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Gelombang Perubahan:...
Gelombang Perubahan: Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu
Diplomasi Maritim Jadi...
Diplomasi Maritim Jadi Pilar Baru Indonesia di Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo
Kebangkitan Maritim...
Kebangkitan Maritim Indonesia, Pengamat: Laut Kini Jadi Poros Peradaban
Dari Indonesia Maritime...
Dari Indonesia Maritime Week 2025, Captain Hakeng Serukan Sinergi Kebangkitan Maritim Indonesia
Laksda Edwin: Budaya...
Laksda Edwin: Budaya Maritim Perkuat Karakter Bangsa Kelola Potensi Maritim
Harapan Baru Masa Depan...
Harapan Baru Masa Depan Maritim Era Prabowo, Ekonomi Biru Jadi Tumpuan
Captain Hakeng: Saatnya...
Captain Hakeng: Saatnya Riau Bangkit Jadi Raja Maritim Lagi!
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8% Butuh Konektivitas Andal
Rekomendasi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Berita Terkini
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved