Psikolog Forensik: Butuh Investigasi Menentukan Tindakan Polisi Terukur atau Tidak
Selasa, 08 Desember 2020 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Reza menjelaskan waktu kejadian yang berlangsung di tengah malam dipersepsikan kritis. Dia menyebutkan 70% kasus penembakan target yang disangka bersenjata terjadi pada malam hari. Saat itu, pencahayaan minim sehingga mengganggu kejernihan penglihatan personel.
“Sempurnalah faktor luar dan dalam memunculkan perilaku. Faktor luar adalah letusan pertama oleh personel pertama dan kondisi alam di TKP. Faktor dalam adalah rasa takut personel,” tutur lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Saat ini publik mempertanyakan apakah tindakan aparat kepolisian terukur. Reza menegaskan itu memerlukan investigasi kasus per kasus terhadap masing-masing personel. (Baca juga:Pusat Advokasi Hukum dan HAM: Penembakan 6 Anggota FPI Extra Judicial Killing)
“Investigasi oleh semacam Shooting Review Board nantinya tidak hanya mengeluarkan kesimpulan apakah penembakan sesuai atau bertentangan dengan ketentuan. Lebih jauh, temuan tim investigasi bermanfaat sebagai masukan bagi unit-unit semacam SDM dan Diklat,” pungkasnya.
“Sempurnalah faktor luar dan dalam memunculkan perilaku. Faktor luar adalah letusan pertama oleh personel pertama dan kondisi alam di TKP. Faktor dalam adalah rasa takut personel,” tutur lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Saat ini publik mempertanyakan apakah tindakan aparat kepolisian terukur. Reza menegaskan itu memerlukan investigasi kasus per kasus terhadap masing-masing personel. (Baca juga:Pusat Advokasi Hukum dan HAM: Penembakan 6 Anggota FPI Extra Judicial Killing)
“Investigasi oleh semacam Shooting Review Board nantinya tidak hanya mengeluarkan kesimpulan apakah penembakan sesuai atau bertentangan dengan ketentuan. Lebih jauh, temuan tim investigasi bermanfaat sebagai masukan bagi unit-unit semacam SDM dan Diklat,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :