Politik Uang di Masa Tenang

Senin, 07 Desember 2020 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Dengan demikian, politik uang kembali menjadi hantu dalam pilkada kali ini. Hanya saja, tantangan menjadi kompleks karena beririsan dengan situasi masa pandemi Covid-19. Pemilih yang pengangguran dan yang terkena imbas penyebaran Covid-19, seperti ancaman PHK, menjadi lebih besar dibandingkan pemilu dalam situasi normal. Akibatnya, uang makin memiliki nilai sensitif, baik bagi pasangan calon maupun pemilih. Bagi pasangan calon, adanya aturan pembatasan kerumunan membuat mereka harus merogoh kocek dalam-dalam karena kampanye yang dilakukan door to door yang biayanya mahal. Selain itu, pasangan calon harus membuat alat peraga kampanye yang lebih banyak dan pengadaan alat pelindung diri (APD.)

Bagi pemilih, wabah Covid-19 memberikan dampak ekonomi. Itu terpotret dari hasil survei Institut Riset Indonesia (INSIS) di salah satu wilayah yang melakukan Pilkada 2020. Responden mengakui, wabah korona memberikan dampak bagi ekonomi mereka. Sebanyak 82% mengakui sangat berpengaruh dan berpengaruh. Hanya 17,75% yang mengaku wabah korona tidak berpengaruh dan sangat tidak berpengaruh, sedangkan 0,25% menjawab tidak tahu.

Makanya, tidak mengherankan apabila pemilih makin permisif terhadap politik uang. Ada di kisaran 55% hingga 70%. Politik uang itu rezeki sehingga tidak boleh ditolak, menjadi alasan paling utama pemilih mau menerima pemberian. Alasan lain, sebagai ongkos pengganti lantaran tidak bekerja pada hari H, dan menambah kebutuhan dapur.

Lalu, efektifkah politik uang pada preferensi pilihan politik si pemilih. Dicuplik dari data INSIS dari wilayah yang melaksanakan pilkada berdasarkan pulau, di Sumatera, ada 29,6% penerima politik uang tapi tidak mau mengikuti pilihan yang diarahkan si pemberi. Di Kalimantan pemilih model ini ada 26,67%. Di Jawa, 38,63%, dan di Sulawesi, 37,29%.

Jika angka itu kita amati, maka terlihat pemilih model ini hanya mengeksploitasi si pasangan calon. Mereka memanfaatkan momentum pilkada untuk mengeruk keuntungan semata. Hanya, asumsi ini perlu diuji dengan riset lanjutan dan berkala. Kendati demikian, masalah ini menjadi pekerjaan kita bersama. Pertanyaannya, apakah kita perlu mengadvokasi pemilih dengan pendidikan politik untuk menjernihkan soal mudharat dari praktik politik uang (persoalan di hilir), atau kita fokus saja memperbaiki regulasi hingga aktor (pasangan calon) agar politik uang tidak terjadi lagi (persoalan di hulu). Model ini pernah ditawarkan rezim Badan Pengawas Pemilu periode lalu. Intelligence Election Unit (EIU) namanya. Fokusnya, mengendus praktik yang dilakukan oleh oknum seperti Wenny Bukamo.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
KPK Sita Duit Rp95 Juta...
KPK Sita Duit Rp95 Juta hingga Surat Pengunduran Diri OPD terkait Kasus Bupati Tulungagung
16 Orang Terjaring OTT...
16 Orang Terjaring OTT KPK di Tulungagung Termasuk Bupati Gatut Sunu
Breaking News! KPK OTT...
Breaking News! KPK OTT Bupati di Tulungagung
KPK Sita Uang Tunai...
KPK Sita Uang Tunai terkait OTT di Cilacap
3 Orang Diamankan Terkait...
3 Orang Diamankan Terkait Money Politics Pilkada Humbang Hasundutan, Salah Satunya Diduga ASN
Kapolda Lampung Serukan...
Kapolda Lampung Serukan Pilkada Sehat dan Hindari Politik Uang
Jelang Pilpres dan Pileg,...
Jelang Pilpres dan Pileg, Ketua DPC Hanura Manggarai Timur Ajak Warga Tolak Politik Uang
Rekomendasi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved