Usai Mencoblos Dilarang Kumpul di TPS
Sabtu, 05 Desember 2020 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
"Ini merupakan sinyal dan peringatan keras dari Polri dan Kejagung kepada seluruh pasangan calon untuk tidak melakukan pelanggaran di saat akhir kampanye ini dan menjelang minggu tenang khususnya," ujar Wahyu.
Sementara KPU memastikan akan memfasilitasi hak pilih pemiih dalam pilkada serentak 2020 . Tak terkecuali, bagi pemilih yang tengah menjalani isolasi karena telah terkonfirmasi positif Covid-19. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menjelaskan bahwa pihak penyelenggara akan membantu para pemilih yang tengah menjalani masa isolasi baik secara mandiri di rumah maupun di rumah sakit dengan cara mendatangi langsung tempat atau lokasi pemilih itu menjalankan isolasi.
Untuk pelayanan hak pilih bagi mereka yang menjalankan isolasi di rumah sakit, sebelum hari H pemungutan suara, KPU maupun kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sudah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Satgas Covid-19, pemerintah daerah, dan dengan pihak rumah sakit. "Sehingga kita bisa tahu berapa jumlah pasien yang dirawat yang perlu dilayani di dalam rumah sakit tersebut," kata Evi. (Baca juga: Aliran Modal Asing ke Luar Capai Rp2,55 Triliun)
Sementara, bagi pemilih yang menjalani isolasi mandiri di rumah, pihak keluarga sehari sebelum pemungutan suara harus memberi tahu KPPS bahwa ada pemilih yang harus dilayani di rumahnya. Dengan begitu, KPPS bisa menyiapkan keperluan logistik seperti surat suara dan lain sebagainya pada hari H pemungutan suara nanti. "Dua orang petugas kita yang akan kirim ke rumah sakit dan ke rumah dengan menggunakan baju hazmat," ujar dia.
Proses pelayanan hak pilih bagi pasien yang terpapar Covid-19 ini baru akan dilakukan oleh petugas pada saat satu jam terakhir sebelum pemungutan suara selesai, dalam hal ini pukul 12.00-13.00. (Dita Angga/Felldy Utama)
Sementara KPU memastikan akan memfasilitasi hak pilih pemiih dalam pilkada serentak 2020 . Tak terkecuali, bagi pemilih yang tengah menjalani isolasi karena telah terkonfirmasi positif Covid-19. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menjelaskan bahwa pihak penyelenggara akan membantu para pemilih yang tengah menjalani masa isolasi baik secara mandiri di rumah maupun di rumah sakit dengan cara mendatangi langsung tempat atau lokasi pemilih itu menjalankan isolasi.
Untuk pelayanan hak pilih bagi mereka yang menjalankan isolasi di rumah sakit, sebelum hari H pemungutan suara, KPU maupun kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sudah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Satgas Covid-19, pemerintah daerah, dan dengan pihak rumah sakit. "Sehingga kita bisa tahu berapa jumlah pasien yang dirawat yang perlu dilayani di dalam rumah sakit tersebut," kata Evi. (Baca juga: Aliran Modal Asing ke Luar Capai Rp2,55 Triliun)
Sementara, bagi pemilih yang menjalani isolasi mandiri di rumah, pihak keluarga sehari sebelum pemungutan suara harus memberi tahu KPPS bahwa ada pemilih yang harus dilayani di rumahnya. Dengan begitu, KPPS bisa menyiapkan keperluan logistik seperti surat suara dan lain sebagainya pada hari H pemungutan suara nanti. "Dua orang petugas kita yang akan kirim ke rumah sakit dan ke rumah dengan menggunakan baju hazmat," ujar dia.
Proses pelayanan hak pilih bagi pasien yang terpapar Covid-19 ini baru akan dilakukan oleh petugas pada saat satu jam terakhir sebelum pemungutan suara selesai, dalam hal ini pukul 12.00-13.00. (Dita Angga/Felldy Utama)
(ysw)
Lihat Juga :