Waspadai Kerumunan Akhir Kampanye

Jum'at, 04 Desember 2020 - 06:23 WIB
loading...
Waspadai Kerumunan Akhir...
asa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan mencapai puncaknya pada Sabtu (5/11) mendatangkan kekhawatiran banyak pihak. Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Masa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan mencapai puncaknya pada Sabtu (5/11) mendatangkan kekhawatiran banyak pihak. Meningkatnya penyebaran Covid-19 kian depan mata jika protokol kesehatan kampanye akhir itu diabaikan.



Potensi kerawanan ini sangat besar sebab para calon kepala daerah kemungkinan akan menggelar kegiatan kampanye dengan cara pengumpulan massa atau tatap muka langsung. Cara ini dinilai sebagai langkah pamungkas yang efektif ketimbang kampanye virtual atau terbatas sebagaimana yang selama ini mereka lakukan.

Keterbatasan aparat dan petugas pengawas di lapangan membuat potensi kerawanan pilkada di 270 daerah tahun ini semakin besar. Untuk mengantisipasi bahaya tersebut, para kandidat dan tim pemenangan perlu memiliki kesadaran tinggi dengan mengutamakan aspek keselamatan jiwa masyarakat. Mereka didorong memanfaatkan model kampanye yang lebih kreatif dengan tetap meminimalisasi kehadiran jumlah orang banyak. (Baca: Liburan, Jangan Lengah Penularan Covid-19)

Bakal melonjaknya sebaran Covid-19 akibat munculnya kerumunan baru di masa akhir kampanye ini juga menjadi kekhawatiran Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Sigit mengungkapkan, berkaca pada melonjaknya kasus positif Covid akhir November lalu, diketahui bahwa kenaikan itu dipicu banyaknya kerumunan. Tiga kerumunan besar tersebut adalah banyaknya aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, kampanye pilkada langsung dan kedatangan Habib Rizieq Shihab.

Listyo mewanti-wanti para kandidat dan semua pihak memberi perhatian kerawanan ini. Sebab jika benar penularan dengan jumlah besar nanti terjadi, maka membuat penanganan pandemi di Tanah Air kian menghadapi banyak tantangan. Tak hanya itu, upaya pemulihan ekonomi maupun perlindungan kesehatan warga juga menjadi kian tak mudah.

Merujuk data survei dari Indo Barometer, Listyo mengatakan, jika tidak diantisipasi dengan baik, mulai dari kampanye maupun aktivitas yang berpotensi memunculkan kerumunan, maka diprediksi akan ada penambahan 156.000 kasus baru. Prediksi ini berdasar aktivitas di 1.042.280 titik penyebaran kampanye dan 305.000 kegiatan di tempat pemungutan suara (TPS). (Baca juga: Berakhlak yang Baik Menjadi Pemberat Timbangan)

Selain ancaman itu, dia menyebut saat ini ada 17 kabupaten/kota yang mengikuti pilkada dalam status zona merah penyebaran korona. Sebagian besar wilayah merah itu berada di Jawa yang mencapai 8 daerah. Adapun wilayah Sumatera ada 5 dan Kalimantan 3. “Jadi ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua bagaimana kita bisa mengawasi proses penyelenggaraan Pilkada ini dengan baik di situasi dan tantangan yang mau tidak mau harus kita hadapi," katanya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga meminta masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di masa-masa krusial pilkada ini. Pihaknya tidak ingin pilkada justru berkontribusi terhadap peningkatan kasus atau menjadi klaster baru penularan.

Dia mengingatkan bahwa gelaran pilkada dapat berlangsung aman apabila semua pihak yang terlibat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kepada para calon pemimpin di daerah, dia meminta mereka bisa manfaatkan sisa dua hari masa kampanye ini dengan baik. “Dan jangan lelah mengampanyekan pentingnya pilkada yang aman dan bebas Covid-19. Selalu patuhi protokol kesehatan dalam berkampanye. Bersikaplah dengan penuh tanggung jawab dan jangan melakukan kampanye yang memicu kerumunan,” ungkapnya. (Baca juga: Sekolah Tatap Muka, Perlu Patroli Khusus Awasi Mobilisasi Siswa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peneliti Maarif Institute...
Peneliti Maarif Institute Jadi Doktor Administrasi Publik Pertama di UMJ
Positif Covid-19, Atalia...
Positif Covid-19, Atalia Minta Doa Supaya Ridwan Kamil Tak Tertular
Teliti Peran DPR di...
Teliti Peran DPR di Masa Pandemi, Misbakhun Raih Gelar Doktor Ekonomi
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Lewat Disertasi, Kombes...
Lewat Disertasi, Kombes Yade Setiawan Ungkap Keberhasilan Polri Tangani Covid-19
Setelah Pandemi, Pemerintah...
Setelah Pandemi, Pemerintah Diminta Tak Gegabah Keluarkan Kebijakan
Deretan Brevet dan Tanda...
Deretan Brevet dan Tanda Jasa Komjen Dharma Pongrekun, Sosok yang Sebut Covid-19 Konspirasi
Usai Pandemi Covid-19,...
Usai Pandemi Covid-19, Dinilai Ada Sejumlah Potensi dan Tantangan UMKM
Libur Nataru, Masyarakat...
Libur Nataru, Masyarakat Diminta Waspada Peningkatan Covid-19
Rekomendasi
Kate Middleton Akan...
Kate Middleton Akan Jalani Operasi Lanjutan untuk Hapus Bekas Kankernya
Tawon Hutan Ngamuk di...
Tawon Hutan Ngamuk di Pemandian Citiis Bogor, 1 Tewas Nyebur ke Danau, 10 Orang Disengat
Kekejaman Filip Hrgovic...
Kekejaman Filip Hrgovic Menamatkan Karier Joe Joyce
Berita Terkini
Deretan Komandan Paspampres...
Deretan Komandan Paspampres Berasal dari Kopassus, Nomor 5 Kini Jabat Panglima TNI
1 jam yang lalu
Menhub Pastikan Arus...
Menhub Pastikan Arus Balik Lebaran Lancar Jelang One Way Nasional
4 jam yang lalu
Rest Area Penuh, Kapolri...
Rest Area Penuh, Kapolri Usul Pemudik Bisa Keluar-Masuk Tol untuk Istirahat Tanpa Kena Biaya Tambahan
12 jam yang lalu
Kapolri Sebut One Way...
Kapolri Sebut One Way Arus Balik Bisa Diberlakukan Lebih Cepat dari Jadwal
12 jam yang lalu
Kapolri: Besok Digelar...
Kapolri: Besok Digelar One Way Nasional
15 jam yang lalu
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Indonesia Terendam Banjir, Ini Daftarnya
15 jam yang lalu
Infografis
Trump Segera Bertemu...
Trump Segera Bertemu Putin untuk Rundingkan Akhir Perang Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved