Vaksin Merah Putih Pengembangan Eijkman Desember Mulai Uji Klinis pada Hewan
Kamis, 03 Desember 2020 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
“Mungkin sebelumnya karena pengembangan vaksin banyak didominasi oleh Eijkman dan Biofarma maka yang populer dan protein rekombinan ya. Dan kemudian ada yang juga yang inactivated virus. Meskipun yang rekombinan itu lebih dominan,” sambunga Bambang.
Namun, kata Bambang, pihaknya memberikan kebebasan untuk mengembangkan platform yang berbeda-beda. “Tetapi kita juga harus mengetahui perkembangan terakhir, karena itu kami memberikan kebebasan kepada tim yang dari 6 itu, untuk mengembangkan platform yang berbeda. Bahkan yang LIPI pun yang meskipun menggunakan protein rekombinan, itu beda dengan Eijkman yang juga protein rekombinan. Jadi dalam satu platform pun ada pendekatan yang berbeda.”
Pasalnya, tegas Bambang, pengembangan vaksin COVID-19 dalam negeri tidak boleh ketinggalan dengan vaksin yang dikembangkan di luar negeri. (Baca juga: Menristek Serahkan SK Pengembangan Vaksin Merah Putih ke Tim LIPI dan UI)
“Kita juga harus tidak boleh ketinggalan, kita harus memahami juga yang DNA, MrNa ya. Meskipun barangkali advance atau barangkali nanti fasilitas pendinginnya itu juga membutuhkan fasilitas yang berbeda tapi Indonesia tidak boleh nggak tahu ya. Dan karena itu mendorong selama mereka yakin mereka bisa mengerjakannya dan time tabelnya bisa diterima,” tutupnya.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Namun, kata Bambang, pihaknya memberikan kebebasan untuk mengembangkan platform yang berbeda-beda. “Tetapi kita juga harus mengetahui perkembangan terakhir, karena itu kami memberikan kebebasan kepada tim yang dari 6 itu, untuk mengembangkan platform yang berbeda. Bahkan yang LIPI pun yang meskipun menggunakan protein rekombinan, itu beda dengan Eijkman yang juga protein rekombinan. Jadi dalam satu platform pun ada pendekatan yang berbeda.”
Pasalnya, tegas Bambang, pengembangan vaksin COVID-19 dalam negeri tidak boleh ketinggalan dengan vaksin yang dikembangkan di luar negeri. (Baca juga: Menristek Serahkan SK Pengembangan Vaksin Merah Putih ke Tim LIPI dan UI)
“Kita juga harus tidak boleh ketinggalan, kita harus memahami juga yang DNA, MrNa ya. Meskipun barangkali advance atau barangkali nanti fasilitas pendinginnya itu juga membutuhkan fasilitas yang berbeda tapi Indonesia tidak boleh nggak tahu ya. Dan karena itu mendorong selama mereka yakin mereka bisa mengerjakannya dan time tabelnya bisa diterima,” tutupnya.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
(kri)
Lihat Juga :