Vaksin Merah Putih Pengembangan Eijkman Desember Mulai Uji Klinis pada Hewan

Kamis, 03 Desember 2020 - 16:15 WIB
loading...
Vaksin Merah Putih Pengembangan...
Vaksin COVID-19 dalam negeri atau vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bulan Desember ini akan mulai uji klinis pada hewan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan vaksin COVID-19 dalam negeri atau vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman bulan Desember ini akan mulai uji klinis pada hewan.

“Update dari yang Eijkman, saat ini sebenarnya masih on track, dengan harapan bulan ini barangkali sudah mulai menuju uji hewan, animal test,” ujar Bambang dalam Konferensi Pers secara Virtual, Kamis (3/12/2020). (Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp300 Miliar untuk Pengembangan Vaksin Merah Putih)

Sehingga, kata Bambang, diharapkan pada bulan Februari atau Maret 2021 bibit vaksin dari pengembangan Eijkman bisa diserahkan kepada Biofarma. “Sehingga paling lambat Februari atau Maret 2021 itu sudah bisa menyerahkan bibit vaksinnya kepada Biofarma. Itu yang perkembangan dari Eijkman,” katanya.

Diketahui, saat ini ada enam lembaga yang turut mengembangankan vaksin Merah Putih, yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Airlangga, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada dengan masing-masing platform yang berbeda.

Bambang pun mendorong agar enam lembaga tersebut bisa mengembangkan vaksin COVID-19 dengan platform yang berbeda-beda. “Pertama kenapa kami mendorong enam-enamnya untuk mengembangkan platform yang berbeda-beda karena memang cukup banyak platform yang saat ini berkembang dalam pengembangan vaksin,” jelasnya.

“Mungkin sebelumnya karena pengembangan vaksin banyak didominasi oleh Eijkman dan Biofarma maka yang populer dan protein rekombinan ya. Dan kemudian ada yang juga yang inactivated virus. Meskipun yang rekombinan itu lebih dominan,” sambunga Bambang.

Namun, kata Bambang, pihaknya memberikan kebebasan untuk mengembangkan platform yang berbeda-beda. “Tetapi kita juga harus mengetahui perkembangan terakhir, karena itu kami memberikan kebebasan kepada tim yang dari 6 itu, untuk mengembangkan platform yang berbeda. Bahkan yang LIPI pun yang meskipun menggunakan protein rekombinan, itu beda dengan Eijkman yang juga protein rekombinan. Jadi dalam satu platform pun ada pendekatan yang berbeda.”

Pasalnya, tegas Bambang, pengembangan vaksin COVID-19 dalam negeri tidak boleh ketinggalan dengan vaksin yang dikembangkan di luar negeri. (Baca juga: Menristek Serahkan SK Pengembangan Vaksin Merah Putih ke Tim LIPI dan UI)

“Kita juga harus tidak boleh ketinggalan, kita harus memahami juga yang DNA, MrNa ya. Meskipun barangkali advance atau barangkali nanti fasilitas pendinginnya itu juga membutuhkan fasilitas yang berbeda tapi Indonesia tidak boleh nggak tahu ya. Dan karena itu mendorong selama mereka yakin mereka bisa mengerjakannya dan time tabelnya bisa diterima,” tutupnya.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
5 Menteri Terkaya yang...
5 Menteri Terkaya yang Masuk di Kabinet Merah Putih
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved